Kamis, 31 Desember 2009

Hai semuanya... Gimana kabar kalian? Sehat-sehat saja kan?
Hahaha...
Waaaa... Nggak terasa sudah mau 2010. Waaa... Sayounara 2009, Welcome 2010.
Hehehe.
Errr kalau ditanya resolusi saya apa di tahun 2010, saya nggak bikin. Hahaha. Selain males, saya mencoba untuk realistis. Talk less do more! Wehehehehe... Yang penting saya, keluarga, dan teman-teman lebih bahagia dan sehat! Amin.

Yo yo yo... Semoga tahun depan lebih baik daripada tahun ini. Amin.
Mata rainen, minna ^0^!
Ganbatte!

Sabtu, 26 Desember 2009

Hahahaha... Terkadang aku merasa errrr aneh (mungkin) dan (mungkin juga) orang susah buat ngerti tentang keluargaku -keluarga besarku-. Keluarga besar bapakku.

Kami heterogen. Sangaaaaat heterogen. Dari yang aneh sampe aneeeeeeh banget, ada. Yang menyamakannya adalah latar belakang kami yang relijius (mungkin). Nah, ini yang mau aku bahas.

Sebelumnya sori kalo ada anggota Bani Asrofi yang baca ini (semoga aja nggak ada)

Aku kadang nggak habis pikir tentang masalah konsisten, konsekuensi, atau apalah itu. Hahaha. Hahaha.

Lucunya, --bukannya sombong-- aku dianggap sebagai salah satu "anak baik" oleh anggota keluarga besar lainnya. Entah karena aku lebih "kalem" daripada sepupu-sepupuku yang "hiper aktif" atau karena aku --yaaa taulah-- mati kutu kalo dah berurusan sama bapakku.

Oke. Itu nggak masalah sih buat aku.
Tapi sama sepupu-sepupuku yang lain? Err nggak SEMUA sih. Tapi SEBAGIAN. Hahaha

Lucu gitu kalo ngelihat mereka dan orang tua mereka. Berbeda 180 derajat. Mungkin karena kebanyakan mereka seumuran atau lebih muda dikit dari aku. Biasa, anak muda. Hahaha.

Ah beneran memang: seenggaknya aku harus pergi dari Krapyak begitu aku nikah nanti.

Rabu, 23 Desember 2009

FUAD, ketua HIMAJE 2010

Jogja - Tadi sore, tepat pukul 17:40 WIB telah berlangsung penghitungan suara calon ketua HIMAJE 2010 di Gedung Margono (gedung baru) FIB UGM. Awalnya, penghitungan suara terbilang alot karena masing-masing calon saling kejar-kejaran dalam memperoleh suara. Inilah hasilnya, kawan-kawan:

Azam : 45 atau 48 atau 49 suara? lali aku. hehe
Pijar : 51 suara (kayaknya)
Fuad: 79 suara

*piye to iki? rak jelas tenan sing nulis berita. Ra akurat. hahaha*

Akhirnya diputuskan bahwa Fuad Nugroho (yee... inget nama lengkapnya. halah) menjadi Ketua Himaje 2010 menggantikan Triawan Saputra. Fuad Nugroho pun diminta untuk menyusun kabinetnya paling lambat tanggal 7 Januari 2009. Setelah tanggal tersebut, akan diadakan serah terima jabatan. Dalam sambutannya, Fuad mengatakan bahwa ia sangat berterimakasih kepada teman-teman yang memilihnya, bahwa mau nggak mau ya harus mau wong sudah terpilih. Wkwkwkwk. Ditunggu gebrakannya 100 hari mendatang :)

Semoga Fuad bisa membawa Himaje menjadi lebih baik lagi. Amin.

O ya hal ini nggak lepas dari keterbukaan mata teman-teman yang menyaksikan orasi Fuad yang luar biasa kemarin. Hehehe.

Dan mungkin karena keberhasilan kampanye luar biasa yang dilakukan oleh Azam dan Pijar: PILIH FUAD! JANGAN PILIH KAMI!

Hehehe. Itulah kami, mahasiswa Sastra dan Bahasa Jepang 2008. Rendah hati. Tidak ada yang mencalonkan diri sampe-sampe dicalonin lewat voting sebelumnya. Wkwkwkwk.


Satu hal yang bisa dipelajari dari sini: jangan mengukur bakat kpemimpinan seseorang hanya dari keeksistensian dia di dalam suatu komunitas. Belum tentu ia mempunyai sifat tersebut. Malahan sebaliknya, siapa tau orang yang biasa-biasa aja atau yang nggak eksis sebenernya malah punya sifat kepemimpinan yang lebih kuat. Yuuuk....

BREAKING NEWS: LAPORAN LANGSUNG PEMILIHAN KETUA HIMAJE

Melaporkan dari tempat kejadian perkara (TKP) lokasi pemungutan suara calon ketua HIMAJE 2010. Saat ini, di bangku coklat tengah berlangsung pelipatan surat suara yang dilakukan oleh relawan A3 (Awank, Aldy, dan Aryo senpai). Menurut Aryo senpai, pemungutan suara sudah dilakukan oleh S1 Sastra Jepang 2008 dan D3 Bahasa Jepang 2007. Tinggal menunggu angkatan 2009 (S1 dan D3), 2008 (D3), 2007 (S1), dan 2006. Waaaah, masih banyak yaaa...

Pada saat pemungutan suara oleh S1 2008 yang berlangsung di gedung G lantai dua setelah mata kuliah chokai (listening), keadaan aman terkendali, tidak ada kericuhan, dan tidak ada bentuk-bentuk provokasi lainnya (hahaha...). Ini semua karena KoPi Aje (Komisi Pemilihan Ketua Himaje) sudah menerjunkan 100 kompi pasukan tokusatsu yang dikomandani oleh Kotaro Minami (ngibul).



Saat ini, belum bisa diprediksi siapa yang sedang unggul karena ini bukan pemilihan yang bisa dilakukan secara online. Begitu kata Aryo senpai. (ya iyalah lu kate ini pemilu presiden)


Kata Awank Saputra, ketua Himaje saat ini, penghitungan suara akan dilakukan nanti sore pukul setengah lima yang akan berlangsung di mana saja. Hahaha. Ra jelas tenan si Awe.


Woke, kita tunggu hasilnya. Apakah Azam, Pijar, atau Fuad yang akan terpilih?


Saya Fia Masitha, melaporkan langsung dari bangku coklat, TKP.


*geje*

Selasa, 22 Desember 2009

HIMAJE: Ketua Baru 2009/2010

Ketua Himaje saat ini yang kepengurusannya sedang dipegang SasJep 2007, Triawan Saputra alias Awank alias Awink alias Awe alias Kakek Guru alias Pak Ketu (ya ampuuun, nama lainmu banyak amat, We) sudah akan mengakhiri jabatannya. Naaah, kebetulan yang bakal ngurusi Himaje selanjutnya adalah angkatanku. Hhehe. Kami, para S1 dan D3 2008 sudah menentukan pilihan kami yang akan maju ke bursa calon Himaje 2010 (halah koyo opo wae) pada hari Selasa (15 Desember 2009) dan Rabu (16 Desember 2009). Hari ini, 22 Desmber 2009 sudah dilaksanakan orasi visi dan misi masing-masing calon bertempat di Gedung Margono FIB UGM. Saya, Alifia Masitha Dewi melaporkan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Halaaah.


Inilah kandidatnya:


1. Muhammad Azam Wijaya (Azam Raharjo)

Dia adalah temen sekelasku di Sastra Jepang 2008. Asli Jogja. Kelahiran 1 Februari 1990. Anak sulung dari 1 bersaudara (anak tunggal maksudnye). Tinggalnya di Jakal KM 13 (adoooh... seko Krapyak). Dia adalah satu dari enam makhluk langka di kelasku. Ehem, maksudnya satu dari enam jejaka yang menghuni kelasku. Motornya Yamaha Jupiter MX (so?). Orangnya sangat menarik, menurutku. Berkarisma gitu deh. Pinter nggambar, nge-ilustrasi, nge-desain, main musik, bikin lagu, de el el. Seniman multitalenta. Buat cewek-cewek, nggak nyesel deh kenal dia. Ia sedang menyelesaikan misinya yang penting saat ini: belajar nyetir. Wkwkwk. Tutor INCULS, sama kayak aku juga. Punya band bikinan sendiri, PARAPARANOID dan duo akustik tiruan Depapepe, TEPATEPE. Gamer (ketoke). Ketua DnD Jogja (jarene). Orangnya baik. Beneran. Enak diajak ngobrol dan diajak curhat. Pinter ngebanyol, walaupun kadang rodo saru. Hahaha. Pokokmen, apik lah orangnya. Sayangnya, jangan harap dia jadi ketua Himaje (lho?) karena dengan terang-terangan dia memang nggak mau jadi ketua. Salah satu dari angkatanku yang cukup eksis di mata para senpai dan kohai. O ya jangan harap cepet kalo pas mbales SMS. Belakangan diketahui kayaknya dia masih ada hubungan saudara sama aku. Sama-sama bani Karangkajen. Hhehe. Rak jelas.


2. Pijar Raisannisa

Sama kayak Azam, Pijar ini temen sekelasku di SasJep. Gampang dikenali kok. Kalo kamu lihat cewek tinggi pake kerudung berkacamata yang wajahnya polos polos gimanaaa gitu dan berkeliaran di FIB, itu pasti dia. Orangnya sama menariknya sama Azam. Beneran. Orang Semarang yang katanya lumayan tomboy. Bau-baunya sih udah profesional di organisasi. Hehehe. Well, salah satu dari sedikit mahasiswa yang dapat 'totemo kirei' di awal-awal hyouki ichinen bareng Ishida sensei. Soulmate-nya Sarah Fithry Panggabean. Di situ ada Sarah, pasti ada Pijar; di sana ada Pijar, pasti ada Sarah. Makanya kadang mereka berdua disingkat jadi SaPi (Sarah-Pijar). =_=. Kalau lagi nggak pake kerudung, mirip temenku SMA (so what?). Ceweknya Ivan yang akhir-akhir ini sering ngusilin aku. Terutama setelah aku ngomong gini di depannya dia, "Aku lebih suka ngelihat Pijar diijime (diusili) Sarah daripada Pijar meng-ijime aku". Dan biasanya dia akan jawab, "Fia, kamu terlihat lebih idiot kalo ngomong gitu". Lol. Dia akhirnya tinggal di rumah, bukan di kos lagi. Di jakal KM 12. Tergila-gila sama DBSK gara-gara 'Mirotic'. O ya aku ma dia biasanya bangun dunia antah berantah (kata Sarah) kalau kami berdua udah ngomongin L'Arc~en~Ciel. Wahahaha...


3. Fuad (aduh nggak tau nama lengkapnya. wkwk)

Dia temen seangkatanku. Aku S1, dia D3. Errr, sebenernya aku nggak terlalu kenal dia. Tapi yang jelas tiap kali aku ketemu ma dia, dia pasti bawa buku. Entah apa itu. Pengetahuan umumnya oke punya. Rodo ngeyel, itu kesan pertamaku. Tapi ngeyelnya itu ngeyel yang bermutu (hah?). Pokokmen ngeyel yang intelek lah. Kata Fath, diam-diam ternyata dia suka cosplay dan Naruto. Katanya sangat terkesan dengan cara ngajar ibuku waktu dia dan anak2 D3 2008 lainnya ambil makul Bahasa Indonesia. Hahaha. Betewe, dia jagoanku lo. Dan dia adalah satu-satunya calon ketua Himaje yang terlihat paling siap dan paling mau. Hahaha. Peace...


VOTE FUAD FOR THE NEXT KETUA HIMAJE!!!!!


Harusnya ada satu lagi calonnya: ALAN! Tapi dia mengundurkan diri :(


Sekali lagi:

GO FUAD GO FUAD GO!





NB: Alhamdulillah, bukan aku yang dicalonin jadi ketua HIMAJE. Hahaha.

Sabtu, 19 Desember 2009

ARE YOU READY TO ROCK?

Banyak hal aneh akhir-akhir ini. Hahaha. Kayak yang nulis nggak aneh aja *ups*. Hahaha. Finally, minggu tenang akan datang. Horeeeee... *senang, guling-guling, loncat-loncat kodok*

Nggak jelas.

=_=

Tapi sayangnya aku harus belajar banyak buat UAS *senyum menghilang, berhenti guling-guling dan loncat-loncat kodok*. Apalagi buat KANJI dan BAHASA SPANYOL.
Uugghhh.....


BENKYOUBENKYOUBENKYOUBENKYOUBENKYOUBENKYOUBENKYOU
Hai semuanya...

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1431

Semoga tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin. Amin.

=)

Sabtu, 12 Desember 2009

=_=

Suatu hari, ada yang memberitahuku:

"Kasihan ya orang yang kita jauhi hanya gara-gara kita bosen"


Dan suatu hari, aku berpikir:

"Oke! Ajari aku minta maaf"

Sabtu, 05 Desember 2009

Bingung

Banyak hal akhir-akhir ini yang buat saya bingung.
Ya bingung.
Dan entahlah kenapa orang-orang itu seakan membungkam mulutnya, tidak menceritakan hal yang sebenarnya pada saya.

Ah, sudahlah.
Mungkin mereka takut kalau saya tersakiti.
LOL

Sabtu, 28 November 2009

Sekelumit Cerita Idul Adha

Sebelumnya, SELAMAT IDUL ADHA semuanyaaaaa :D.
Kalian sholat Id di mana?
Sama siapa?
Daging sapi/ kambingnya dimasak apa?

*halah*

Inilah sekelumit cerita nggak penting mengenai Idul Adha saya dan keluarga. Sehari sebelumnya (9 Dzulhijjah), bapak saya adalah satu-satunya penghuni Ndalem Kewahidan yang puasa. Wkwkwkwkwk. Malamnya, as usual saya tanya sama babe mau sholat Id di mana (biasanya di alun-alun utara, red). Babe saya punya ide kalo sholat Id-nya di Masjid Jami' Karangkajen. Pasti keluarga babe di Karangkajen kaget kalau kami sekeluarga sholat di sana, katanya.

Esoknya, pagi-pagi saya bangun siang *weks. bukan saya banget, huahahaha*. Langsung gubrak gubruk mandi, minum teh, dan nggak sarapan *soalnya diwajibkan nggak makan (dan minum) sebelum sholat Id*. Babe saya ke kantor ngambil mobil (yaaaaah... Padahal pengen ngerasain diboncengin adek saya pake Yamaha Thunder, red) dan jam 6 baru sampe rumah! Ibu saya dah agak bete sama babe gara-gara itu. Sedangkan, dengan gaya seperti biasa, babe ngomong "Nyante wae. Mung Karangkajen kok".

Sudah saya duga, kata-kata babe saya "Mung Karangkajen kok" jadi bumerang buat keluarga kami (plus simbah putri). Sebelumnya, saya agak sebel (untung ingat kalo Idul Adha) gara-gara kursi roda simbah putri nggak ada (udah tau penting banget! Diambil juga! Le mikir ki yo piye to yooo! %&*(&^&*%^$%^%^&^!@@<>?:"). Ibu saya punya ide; bawa kursi buat simbah. Kasihan kalo disuruh duduk lesehan dah nggak kuat (waktu sholat Id, red).

Woke. Kami meluncur majuuuuuuuu menuju Karangkajen. Saat itu udah setengah tujuh lebih! Perasaaan saya dah nggak enak. Jangan-jangan telat jangan-jangan telat. Udah sepi banget booooo'.

Dan ternyata benar, saudara-saudara! Telat sudah! Aje gule kambing. Babe saya langsung muter balik menyusuri Jl. Sisingamangaraja yang udah sepi. Awalnya mau sholat di SD Timuran, tapi saya takut kalo bakal sama aja: TELAT. Ya udah saya usulin sholat di Perumahan GrinHos aja. Deket banget dari Karangkajen.

Yes ketes-ketes. Akhirnya kami sholat di sana! Perumahan orang, jadi agak sungkan bagi saya. Sholat Id kelar (mikrofonne rusak. Imamnya baca surat apa, rukuk-tahiyat-sujud, nggak kedengeran) :(

Finally, kami kembali ke Karangkajen. Ikut ibu & simbah layat dulu (katanya masih ada hubungan saudara). Babe & Husein udah ngacir duluan ke masjid Karangkajen. Banyak juga hewan qurbannya. Sapi 8, Kambing 34. Lumayan. Habis layat, saya, ibu, dan simbah milih ke tempate Mbah Jahdan, adek simbah putri saya, omnya babe. Ogah liat eksekusi hewan qurbannya. MAMBU. Kan keteknya 4. LOL.

Kruyuuuuuuuuk. Oh, itu suara perut saya! Ingat nih, saya belum sarapan, dan baru kemasukan air teh sama secang. Akhirnya jam 10-an kami pulang (dan masih nunggu luamaaaaa di deket alun2 selatan. Bapak saya beli daging). Oh no! Panas puollll. Sampe di rumah, saya langsung menghajar martabak sisa tadi malam. Oishikattaaaaaaaaaaaaaaaa......

Terima kasih ya Allah sudah memberikan saya kesempatan bertemu si martabak seksi itu. Alhamdulillah.

O ya kata Husen, salah satu sapi di masjid Karangkajen ada yang ngamuk sebelum disembelih. Lol.



Beberapa amanat yang bisa diambil dari postingan kali ini:

1. Jangan spekulasi dengan waktu yang mepet. Usahakan tepat waktu.

2. Usahakan silatuRAHIM (bukan silatuRAHMI) dengan keluarga besar yang jarang ketemu

3. Jangan egois kalo jadi orang. Pikirin orang lain, kira-kira dia masih butuh sama kursi roda enggak (dan simbah saya BUTUH BANGET). Jangan lupa bawain simbah putri kursi lipat. Beliau udah susah kalo disuruh berdiri lagi habis duduk lesehan.

4. Ada teknik merobohkan sapi hanya dengan SATU ORANG! Nggak perlu buang-buang enerji dan waktu dengan banyak orang.

5. Jaga perasaan si sapi sebelum disembelih. Jangan diejek "Sapi, sapi". Karena emang dia bener-bener sapi.

Kamis, 26 November 2009

So far so good

Huaaaheeeeeeeem... Akhirnya aku bisa lumayan beristirahat untuk hari ini. Mungkin minggu ini. Walah walah.... Hahaha.... Setelah masalah Bahasa Spanyol itu kelar kemaren (Oh Soraya, gracias. Dikasih ChupaChups pula), aku bisa lumayan terhindar dari tugas Bunpou yang dengan sadisnya aku serahin sepenuhnya sama Mas Lin(g). Nyehehehe.






Oh, oh, oh tidaaaaaaaaaaaaak..............................
NORYOKU SHIKEN SEMINGGU LAGI!!!!!!!!!!!!!!
Aku belum belajar.... Oh no :( :( :(
*nggak asik banget deh lu, Fi*

(huaaa makasih Ekan, udah mau privatin aku. Hiks hiks hiks)

Lebay


Minggu depan akan lebih menyenangkan lagi buat aku. Hahahaha.




*Kenapa kambing badannya bau?*
=> Karena keteknya EMPAT


=_=


nonton dorama yang dikasih Chuu, ah.

Adios amigos......

Sabtu, 21 November 2009

Berita Lelayu

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.
Telah meninggal dunia, bapaknya Bulek Dyah tadi malem.
Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Amin.


Maaf, Bulek. Nggak bisa ikut ngelayat di Purworejo :(
:( :( :(

Intermezzo (Bunga Seroja -edit-)

Dari kemaren kehujanan terus. Ngeri euy. Yah begonolah. Kata Mbak Sinta, kalo hujan deres di awal-awal musim hujan itu nggak sehat, bawa banyak bakteri. Hmmm... Mungkin saja.


Mari menyusun seroja bunga seroja
Aaaaaa.... hiasan sanggul remaja, putri remaja
Rupa yang elok dimanja jangan dimanja
Aaaaa...


Cerita apa? Apa yang mau diceritain?

- Misiku dengan 'kakak'ku (lebih tepatnya disebut sebagai misi KAMI) belum kelar. Uring-uringan dia akhir-akhir ini. Mbok senyum to yo, Maaaaaaas.... Finally, kami memutuskan untuk mengangkat seorang penasehat kompeten untuk memberikan nasehat (ya iyalah masa' dikasih sabun).


Mengapa kau termenung oh kakak berhati bingung?
Janganlah engkau percaya dengan asmara
Janganlah engkau percaya dengan asmara
Sekarang bukan termenung jangan termenuuung
Sekarang bukan termenung jangan termenuuung



- Ada suatu ikatan aneh antara aku sama orang itu. Entahlah. Aneeeeeeeeeh banget. Dan aku malu untuk mengakui bahwa memang errr aku nggak konsekuen. Aku mencabut keputusan akhirku (baca postingan sebelum sebelum sebelum dan sebelum ini dan mungkin sebelumnya) dan dia nggak setuju! Ah sudahlah. Ngapain dipikirin. Tapi aku takut kalo nantinya itu membuatku menjadi seseorang yang apatis, egois, materialis, mistis, dan manis (mulai ngaco).
Kita temenan, kan? Aku harap gitu.

Mengapa kau termenung oh adik berhati bingung?
Janganlah engkau percaya dengan asmara
Janganlah engkau percaya dengan asmara
Sekarang bukan termenung jangan termenuuung


- Wuaaaa.... Aku dikelilingi oleh orang-orang yang berhati merah jambu a.k.a polling in lup. Maaf nggak bisa mempublikasikan di sini karena privasi (amanah dari mereka). Hahaha. Tapi turut senang atas kebahagiaan kalian, my friends. Energi positif harus diakhiri dengan energi positif juga. Lalalalala.


Mari bersama oh sayang, memetik bunga
Mari bersama oh sayang, memetik bunga



Nggak jelas.

Kapan Fia jelas coba? Hahaha.

Kamis, 19 November 2009

13 Nov-19 Nov

Kamis, 19 November 2009

Aslinya hari ini aku mau ke kampus. Mau ngerjain Bunpou plus ngumpulin Kaiwa. Tapi lagi nunggu e-mail proposal dari Mutex. Nggak dateng-dateng. Padahal aku mau ke JC kalo nggak ketemu sama Mbak Nuri. Waladalah. Aslinya malah harusnya hari ini libur. Nggak ada kuliah. T.T
Yah sutralah.


Rabu, 18 November 2009

Pagi-pagi shootesuto kanji! Mak deziiiiiiing. Belajar sih belajar, tapi ternyata soalnya nggak sesulit yang kubayangin. Yeee.... ^o^. Tapi nyebelin juga sih kalo mendadak taunya. Aku happyo kanji akhirnya. Bikin heboh gara-gara ngajarin anak-anak kanji sunat alias khitan. Hahaha. Tapi habis itu mid chokai dan aku nggak bisa :(. Sampe jam 10 trus duduk-duduk geje di bangcok alias bangku coklat. Jam 1 rencananya mau berangkat kuliah Spanyol, tapi ujan. Parahnya kelasku itu di gdung F, di sebrang sono noh; yang tangganya aje gule kambing, kagak ngenakin. Berhubung aku malas plus ngantuk plus hujan deres (halah), aku mbolos ae. "Soraya, I'm sorry. Last week there was an event in my dpartment so............" (udah latian alasan pula sama Aldy. haha). Jam 3 harusnya ada kuliah agama, tapi kosong. Hiks nggak ada pemandangan deh. Aku sama Okky mendengus kesal. Huh!
Jam setengah 4 aku ma Okky ke Coklat. Kami belum pernah ke sana sebelumnya. Janjian ama Mutek, salah satu dari sedikit teman SMAku yang kukenal yang suka dengan Jepang-jepangan. Dia minta bantuan. Bantuannya apa, nanti mungkin bakal kujelasin di postingan berikutnya. Aku pesan sausage beef plus special hot chocolate. Aje gule kambing, habisnya 22ribu! Cen kafe tenan nek kae. Mending sosise nggowo dari rumah, trus minta ditambahi mayonaise wae. Badalah tenan kok. O ya ada Rahma mantan XII A4 juga. Karena kami semua make jam Indonesia, jadinya tlat semua. Hahaha. Aku baru balik maghrib.


Selasa, 17 November 2009

Aku cuma kuliah satu makul doang: sakubun. KI dan dokai aku mbolos. Badanku lagi nggak enak plus nggak mood kuliah. Katanya Pak Yayan sebel pas dokai. Anak-anak yang disuruh baca, pada nggak belajar dulu, jadi pas giliran dapet kanji baru, nggak bisa baca. Walaupun aku nggak ikut makulnya waktu itu, hontou ni gomen nasai, sensei. Itu salah kami nggak belajar dulu.

Senin, 16 November 2009

Aku punya oleh-oleh buat kalian setelah JECW: aku demam! Plus flu. Kaiwa dan Bunpou kulewati dengan demam. Aku nggak KI. Soalnya aku periksa di GMC (cuma dikasih vitamin plus paracetamol. Di rumah aku juga punya!). Ongik awalnya nawarin mau nganter aku, tapi alasan 'kontrak', aku tolak.
O ya paginya jam setengah 7 ortuku brangkat :(

Minggu, 15 November 2009

Hari terakhir JECW. Tapi hari pertama aku nggak enak badan. Ibuku dah wanti-wanti kalo aku nggak usah dateng aja soalnya seninnya ibuku ma bapakku mau k Malaysia plus Singapura, jadi harus jaga ksehatan selama ditinggal. Karena alasan profesional plus keinginan nonton Musashi Miyamoto, aku nekat pergi. Well, mnyenangkan sekali. Nonton Miyamoto Musashi, film jadul tahun 1950-an.
Masalahku dah kelar. Kelar ya? Tauk ah. Padahal aku yang mulai. Hahaha.
Buat semua panitia JECW UGM 2009: Minna otsukare sama deshita :D

Sabtu, 14 November 2009

Kenapa banyak sekali hal yang ingin aku datangi di hari itu sih? Kenapa musti hari itu?
- JECW (jelas aku harus profesional. halah)
- History Week (another event in my faculty)
- Pementasan Putu Wijaya dan Teater Mandiri (itu eventnya IBUKU! Aku mau nonton! Tapi aku baru kelar JECW maghrib! Huhuhuhu)
- Kuliah Spanyol 2 pertemuan sekaligus @1,5 jam (no komen! Karena aku nggak dateng)
- JapFest UKDW (halah)

Dan ada sesuatu yang menyebalkan yang tidak bisa ku ekspos. Huh!


Jumat, 13 November 2009

I like this day! Ketemu Dubes Jepang, liat sinden jepang, ketemu pemandangan, dan laiiiiiiiin sebagainya. Masa bodoh dengan sesuatu-yang-buat-aku-nggak-mood :D :D




sekilas info selesai!

TADA ARIGATOU - MONKEY MAJIK

Tada arigatou tsutaetakute tada kimi no egao o mitakute
Mou furimukanai yo hitomi no saki e
Ima shiawase o tsutaetakute taisetsu na hito ga dareka tte ne
Arigatou kimi to deaete

Kono subete no oboetakoto sore wa itsumo it's hard for me
Demo nando mo tsumazuite
Sore demo ima koko ni iru no wa egaite ita kara

Itsuka kitto shinjiteita no sa
Everything we know tsunagaru yo ima

Tada arigatou o tsutaetakute tada kimi no egao o mitakute
Mou furimukanai yo hitomi no saki e
Mada umaku tsutaerarenakute taisetsu na hito ga dareka tte ne
Arigatou kimi to deaete

Mayonaka sora miage not knowing
Furueru obieru yureru not showing
Sono ue dou shiyou mo nai
Fuan de nemurenai
Kasukana koe de sakebunda
"sayounara namida no hibi yo"
Your heart and soul is in it, feel it!
Kinou to chigau asu ni suru yo
Make a brighter day

Moshi zutto soba ni ite kuretara
Everything we know hajimaru yo ima

Sono kimi no afureru egao ga kanashimu o yasashisa ni kaete
Mou furimukanai yo hitomi no saki e
Kono shiawase o tsutaetakute taisetsu na hito ga kimi datte ne
Arigatou kimi to deaete

Te to te o tsunaide yeah Itsuka hanashita yume no tsuzuki o kanaeyou
I'll be ready

Tada arigatou tsutaetakute tada kimi no egao o mitakute
Mou furimukanai yo hitomi no saki e
Ima shiawase o tsutaetakute taisetsu na hito ga dareka tte ne
Arigatou kimi to deaete





Rabu, 18 November 2009

PANGGUNG SANDIWARA

Kata Achmad Albar dan Nike Ardilla, dunia ini panggung sandiwara; ceritanya mudah berubah. Ada peran wajar, ada peran yang berpura-pura.

Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?

(Malah nyanyi. Dasar gendeng!)

Ya begitu. Saat ini saya sedang memainkan peran di sebuah sinetron stripping yang entah kapan selesainya (mungkin lebih panjang dari Tersanjung dan Cinta Fitri). Garing. Kadang mengecewakan. Kadang bikin ngakak saking wagunya.
Dan peran saya yang sedang saya jalani adalah peran antagonis!



*MATA MELOTOT, GIGI BERGEMERUTUK, HIDUNG INGUSAN*
Ehem. Jangan pedulikan frase yang terakhir.


SAYALAH YANG SALAH.
SAYA YANG MULAI INI SEMUA.
SAYA YANG MEMBUAT ORANG-ORANG DI SEKITAR SAYA TERLIBAT.
MAAFKAN SAYA. MAAFKAN.
BUKAN SALAH DIA, MEREKA, ATAU KAMU.
INI SALAH SAYA.
SAYA TIDAK MEMBENCINYA, TIDAK MEMBENCI MEREKA, ATAU MEMBENCIMU.
SAYA HANYA SEBAL SAMA DIRI SAYA.
KONYOL!

Kamis, 12 November 2009

SO HOOOOT

Melelahkan. Hari kedua JECW.
Awal-awalnya menyenangkan.
Tapi tiba-tiba... Hal yang paling aku benci datang



... aku bad mood!



Tiba-tiba. Nggak tau kenapa ~Mak deziiiiinggg~

Euuugggghhhh.... >.<
Kagak enak banget. Yang lainnya jadi (mungkin) agak bete ngeliat wajahku yang ngebetein (haha. Maap ye..)
Padahal selama ini mereka ngeliat aku yang cantik (halaaaah)




Habis itu, habis itu, aku dapet pemandangan. Yeeeeyyy.... Pemandangan selama 15 menit. Aku nggak ngantuk sama sekali. Aku bisa ketawa-ketawa. Wakakakak (ini baru ketawa).


Tapi habis pemandangan itu ngilang, aku bad mood lagi.



Euuuuuuuuughhhhhhhhh (untuk kedua kalinya)


Dan ditambah dengan aku mendapat suatu pemandangan yang entah kenapa membuatku merasa 'atsui' (SO HOOOOOOOOT.... Yeah HOT).


Dan aku kembali ke tempatku semula (UC 1000 eh salah Hall UC). Berusaha mencari pemandangan enak lagi. Tapi aku liyer-liyer dibuai AC Hall UC.

Owww yeeee...

Sayangnya nggak sampe tidur (hahaha... Edan po piye? Wkwkwk)

Selasa, 10 November 2009

Malu Aku (Jadi Orang Indonesia)

....................................

III

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.

.................................




Malu Aku Jadi Orang Indonesia -Taufik Ismail-

Sabtu, 07 November 2009

INTERMEZZO

ITONG: PEREMPUAN. 18 TAHUN. MAHASISWI SEMESTER TIGA JURUSAN SASTRA JIPANG UNIVERSITAS GAMBAR MENGGAMBAR,

PAK AWA: AYAH ITONG. USIA DIRAHASIAKAN. BEKERJA DI SEBUAH RADIO SWASTA DI NGAJEGJOKARTO, DWIJAYA FM.





NDALEM JOGLO KEWAHIDAN, KROPYOK, PAGI HARI


ITONG SEDANG BERSIAP AKAN BERANGKAT KE KAMPUS. SEMBARI IA MEMPERSIAPKAN KEPERLUANNYA, IA BERDISKUSI RINGAN DENGAN AYAHNYA, PAK AWA. ITONG SEBENARNYA TIDAK TERLALU DEKAT DENGAN PAK AWA, JIKA DIBANDINGKAN DENGAN KEDEKATAN PAK AWA DAN FENDI, ADIK ITONG. AKAN TETAPI, ITONG DAN PAK AWA BISA KOMPAK APABILA SEDANG BERDISKUSI MASALAH POLITIK, EKONOMI, BUDAYA, DE EL EL (KAYAK PRESIDEN DAN MENTRINYA AJA).

ITONG DAN PAK AWA PAGI ITU SEDANG MENONTON DRAMA-REALITY SERU YANG SEDANG HANGAT MENJADI PERBINCANGAN DI SEMUA MEDIA. DRAMA-REALITY TERSEBUT MENCERITAKAN TENTANG PERMUSUHAN TIKUS (BUKAN NAMA SEBENARNYA) DAN KUCING (BUKAN NAMA SEBENARNYA). TIKUS DAN KUCING ADALAH JULUKAN DUA LEMBAGA YANG BERPENGARUH DI NEGARA MEREKA, INDONESIA (AH, SEBUT MERK). ITONG DAN PAK AWA SUDAH JIJIK DENGAN KEBUSUKAN KUCING. ITONG MEMBELA TIKUS.


ITONG (I): "Pak, kalau sudah gini, saya akan pindah kewarganegaraan saja!"

PAK AWA (PA): "Lha kenapa?"

I: "Saya sudah muak dengan air mata Kucing! Saya malu! Saya ingin jadi warga negara Jepang (ah, sebut merk lagi) saja!"

PA: (TERTAWA) "Bagus, bagus. Lucu juga"

I: "Kalau di Jepang (ah, sebut merk), mereka akan malu kalau sudah berbuat kesalahan. Kalau di jaman Samurai dulu, mereka pasti akan harakiri. Kalau di Indonesia (ah, sebut merk lagi), orang yang seperti itu pasti sudah laridiri (melarikan diri, red)"

PA: (TERTAWA) "Kalau begitu, saya akan jadi warga negara Brunei Darussalam (ah, sebut merk lagi-lagi) saja!"



ITONG PUN PERGI KE KAMPUS DENGAN PERASAAN BERGEMURUH DI HATINYA. DIA MALU MENJADI WARGA NEGARA INDONESIA (MAAP SUTRADARA, NYEBUT MERK LAGI). DIA INGIN MELIHAT KEADAAN NEGARANYA TENTRAM, DAMAI, DAN BERSIH DARI KORUPTOR. TAPI DIA HARUS MENGADU KEPADA SIAPA LAGI? NYARIS TAK ADA KEADILAN YANG HAKIKI DI NEGARANYA. AKAN TETAPI, ITONG MASIH YAKIN BAHWA ADA DZAT YANG MAHA ADIL; HAKIM YANG SEADIL-ADILNYA DALAM MEMUTUSKAN PERKARA DUNIA AKHIRAT.



LAYAR DITUTUP
LAMPU DIMATIKAN

CINTRONG

Ada salah seorang teman saya yang kadang nulis di status saya atau status FB kawan-kawan saya yang lain dengan bunyian "Cintrong, ah cintrong. Cinta-cintaan mulu"

Pada saat itu saya berpikiran "Memangnya kenapa dengan cintrong-cintrongan?"

Karena pada saat itu saya MEMANG sedang merasakannya.

Setelah saya tidak berurusan dengan hal yang complicated itu, giliran saya yang sering nyampah di status FB orang dengan tulisan "Cintrong ah cintrong"

Seakan apatis, iri, sirik (kayake sama aja) dengan kawan-kawan saya yang sedang merasakannya. Jomblo sih lu, Fi.

Tapi --entah kenapa-- saya merindukan perasaan itu kembali. Entah dengan siapa, mungkin denganmu.


Jomblo itu asik, Fi. Bebas, nggak ada yang diributin. Weh, kamu kan punya banyak teman yang selalu ada buat kamu.




Dan sepertinya aku akan seperti "dia". "Dia" adalah teman saya. Cewek.




CINTRONG AH CINTRONG






peduli amat soal cintrong. Sing penting ijih NORMAL)

JECW UGM 2009




Oyeeeee... Kami punya gawe lagi. Yaitu

JAPANESE EDU-CULTURAL WEEK UGM 2009


Plok plok plok....

Acaranya dari tanggal 11-15 November!

Buat yang merasa kepingin belajar ke Jepang, atau semacamnya, datanglah!

Ada penampilan menarik dari Himaje dan DJOH (De Japan Odori Holic)

Pendaftaran bisa ke saya atau Mbak Monika

Rabu, 04 November 2009

Study Tour MAN 1 Kebumen

Satu kata buat hari ini: CAPEK

Ngik ngik ngik. Tepar aku sekarang. Tapi masih sempet-sempetnya buat ngeblog dan FBan (ah....)

Dan aku sekarang membolos rapat pleno Japan Educational Week UGM. Aku nggak bisa maksain tubuhku lagi buat ke kampus setelah kejadian dehidrasi hebat di sana. Ya Allah, kenapa Jogja makin panas?

Betewe, tadi ada tamu jurusan dari MAN 1 Kebumen. Sori nggak ada foto-fotonya, tapi pasti kalo aku udah ada FB salah satu dari mereka, para siswanya (yang katanya mau ngeadd), Insya Allah aku bakal upload di sini (karena saya jadi artis seharian ini. Hahaha).

Well, antusiasme mereka (siswa-siswanya) terhadap Bahasa Jepang cukup tinggi. Dibuktikan dengan tertariknya mereka setiap aku ngomong "Ini tempat komik berbahasa Jepangnya" ketika kami berada di perpus jurusan (ya iyalah sapa yang nggak tertarik kalo liat komik Crayon Shinchan versi aseli. eh nggak juga ding, haha)


*Hei, Moehi. Liat tuh. Yang dari luar Jogja aja tertarik banget belajar BAHASA ASING SELAIN BAHASA INGGRIS DAN BAHASA ARAB, kenapa nggak punya gagasan bagus buat jadiin BAHASA JEPANG salah satu mata pelajaran tetap kalian?*


=___=


Tapi paling 'wow' waktu salah satu di antara mereka nanya ke aku (waktu di toshoshitsu kenkyuu), "Mbak ini salah satu budaya Jepang juga?". Tau nggak gambarnya apaan? *Maap* cewek telanjang dikelilingi oleh cowok-cowok Jepang beryukata dan di atas badan si cewek itu ditutupi semacam hidangan (yang mungkin) salah satunya sake. Hahaha. Aku yang bingung, nengok ke Mbak Umi. Mbak Umi bingung, nanya ke Atik sensei. Katanya emang itu semacam 'service' gitu-gituan. Aya-aya wae.


O ya selain jalan-jalan ke perpus kenkyuu, juga jalan-jalan geje ke perpus fakultas. Puncak dari dehidrasiku adalah waktu di GSP. Oh, God. Baru tau kalo halaman GSP bener-bener lapangan kayak Gurun Gobi (ya iyalah). Puanase puol. Pantatku panas, kakiku panas, bahkan otakku juga kepanasan (sampe' otakku payungan. Lebay)


Nah, di situlah aku jadi seleb. Diajak foto sama siswa-siswanya (secara personal kebanyakan)yang kebanyakan yang ngajak itu cowok-cowok! Hahaha. Brondong, Fi, kata temen-temenku. Hahahahaha


Well, sebenernya, kunjungan itu bener-bener tanoshikatta (sayang nggak didampingi HIMAJE). Ah, sayang sekali cuma bentar, padahal banyak dari mereka juga yang kepingin tanya-tanya lagi. Banyak juga yang kepingin masuk SasJep (well, welcome to the club! Kalo kalian ketrima di SasJep tentunya, amin).


Aaa, otsukaresama deshita.
Ditunggu foto-fotonya di FB. Ditunggu SMSnya.




Thanks to: SoGem Bonbin, Gudeg Yu Ning (?)



Tadi kuliah kelar jam 5. Walaaaah.... Mentang-mentang kuliahe Bu Us yang terakhir (minggu depan digantiin Bu Tuti). Wekekekek :D :D :D

Selasa, 03 November 2009

Nani mo shinai

Apa yang aku lakukan di sini?
(Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya UGM. Gedung B. Lantai dua. Ruang baca sebelah barat)

- Mbolos KI (suer, aku lagi males banget. Baru sekali ini kok aku bolos (di kuliah KI). Serius)

- numpang nge-charge laptop asus yang batereinya nggak asik banget

- nge geje sama Aldy (nanimo shinai. hahaha)

- dan tentu saja suasananya hening sekali. Ini kan di perpus. Coba kalo di bangku congklat (coklat, maksudnye), bisingnya naudzubillah (cen cah sastra jepang ki)

- menatap malas teks dokai milik Aldy (duuuuh, kenapa nggak hari ini aja sih midnya?)

- menatap gambar komputer kecil penanda sinyal wipi (baca: WiFi) atas nama WiFi FIB UGM 2 yang sinyalnya memilukan (very low)

- numpang ngadem di perpus (nggak terlalu dingin ACnya betewe, tapi lumayanlah)

- ada niat buat mbales SMSnya Sutray yang berbahasa Jepang, tapi baru sadar kalo kamusku ada di tas

- bertanya-tanya dalam hati, "Kira-kira KI hari ini ngapain ya?"

- mikir, kok postinganku kali ini geje ya?

- ada niat juga buat nyelesaiin tugas agama, tapi malas

- mikir, kenapa di FIB dan hanya di FIB nggak ada colokan gratis buat adaptor laptop di tempat-tempat strategis mahasiswa buat nggarap tugas?



--SUDAH--

Jumat, 30 Oktober 2009

Problem Solving & Kedewasaan *halah. Sotoy lu, Fi*

Percayalah, kawan. Hidup itu terkadang memang complicated atau MEMANG complicated. Kita kadang egois membandingkan masalah yang sedang kita alami dengan masalah orang lain.

Misalnya gini.

A: 'Hei, masalahku lebih besar dari masalahmu'
B: 'Masalahmu lebih mending dari masalahku'


Memangnya kenapa kalau masalah kita lebih besar atau kecil?
Karakter orang dalam menghadapi masalah beda-beda, kan?

Satu contoh nih.
Saya punya temen akraaaaaaaaab buanget. Yang saya tahu memang teman saya itu pekane puol. Apa-apa dipikirin dalem. Nah suatu saat, dia disindir oleh guru saya, dan temen saya itu ternyata mendem perasaannya sampe dia sakit dan nggak masuk sekolah nyaris satu semester.


Kata ibu saya, seberat apapun masalah kita, setidaknya kita harus tetap tersenyum ketika membantu orang lain yang mempunyai masalah juga.


Hmmmm.............

Yang jelas satu hal: masalah jangan dihindari, harus dihadapi. Pengaruh juga tuh sama tingkat kedewasaan kita.

Kata ibu saya (lagi), cara memecahkan persoalan yang dilakukan seseorang adalah cerminan dari soft skill hidupnya.

Selasa, 27 Oktober 2009

MULTILINGUAL

Ah, seandainya saya bisa menguasai semua bahasa di dunia dan (mungkin) termasuk bahasa hewan seperti Eliza Thornberry (bukan Ellyza Cristin. Dia mah kohai saya).

Jadi, kalau saya ketemu sama orang Prancis, orang Arab, atau orang Russia (remember: bukan RUSIA), saya bisa ngobrol enak sama mereka tanpa takut soal grammar.

Juga bisa ngisi blog aneh ini dengan postingan-postingan pake bahasa lain selain bahasa Inggris, Indonesia, Jawa, atau Jepang.
Sehingga saya bisa cerita dengan bebas, tanpa takut orang lain yang saya bicarakan di postingan saya, ngerti artinya.



:o) :o) :o)


Termasuk kalo saya mengumpat di depan orang yang jadi sasaran umpatan saya.


Itulah enaknya bahasa, kawan. Itulah enaknya bahasa.




Tapi saya bukan manusia sempurna. SEMUA manusia memang tidak sempurna. Kapasitas bahasa manusia kalo diibaratkan adalah kamus elektronik yang bisa 3 atau 4 bahasa. Artinya, ngga lengkap!


Karena otak manusia adalah hardisk eksternal alami dengan kapasitas tertentu, yang bisa kopi-paste dari laptop atau komputer alami berkapasitas unlimited yang bernama DUNIA. Bisa hilang kapan saja kalau kita memang sengaja men-delete atau tidak sengaja ter-delete. Bisa terkena virus kapan saja yang memang biasanya dari komputer/ laptop.


Lalu?




Ya itu tadi. Manusia nggak ada yang sempurna. Kita hanya mengetahui 0,000000001% dari apa yang diketahui Allah SWT, bahkan mungkin kurang dari itu. Subhanallah.

Termasuk bahasa!

Hahahaha :o)

MEREKA

Oke, saya nggak nyalahin mereka kalo itu emang keputusan mereka.

Tapi kenapa harus SAYA??
HARUS SAYA???
KENAPA HARUS SAYA???



Ada yang mengatakan pada saya bahwa saya masih punya hak untuk menolak.
Hahaha... Oke. Akan saya jalankan.

Saya malas kalo cuma dimanfaatkan sebagai boneka. Saya malas kalo cuma jadi bahan olok-olok!





*Nggak terbiasa misuh-misuh. Jadi jangan harap ada umpatan di postingan ini walaupun saya jengkelnya minta ampun. Hahaha*

Sabtu, 24 Oktober 2009

wew

Ada yang aneh sama perut saya akhir-akhir ini. Mules iya, mencret iya, rasanya kayak masuk angin + maag.

Satu-satunya obat yang saya minum adalah Diapet. Belum minum obat maag :(

Kata ibu saya, ciri-ciri masuk angin ada yang mirip sama gejala maag.

Halah, halah.

Saya tau tu ujung-ujungnya: disuruh ke GMC atau ke PKU. "Mumpung gratis", katanya.

Padahal saya paling tengil dan malesan kalo disuruh ke dokter.


:o) :0) :0)

The Last Big Question (?)

Akhirnya saya bisa memutuskan hal yang harusnya bisa saya putuskan.


Semoga baik-baik saja.

Kamis, 15 Oktober 2009

Makrab part 2

Listening: Reza ft. Masaki Ueda - Biar Menjadi Kenangan
Kerispatih - Tapi Bukan Aku
My Chemical Romance - Cancer
Air Supply - Making Love Out of Nothing at All


Baru menyadari bahwa ternyata banyak cerita selama makrab yang lalu (malas untuk mengupload foto). Mulai dari betapa sibuknya Kebersihan yang musti bersih-bersih; jaga stand ikan yang (sumpah) ribet banget (aku merasa kalo antara stand gambar-tempel dan stand ikan masih ada keterikatan); digodain macem-macem sama anak 2007 (sabar, sabar); dan masih banyak yang lainnya.

Tapi entah kenapa, ada dua hal yang sampe sekarang masih mbekas. Sisa cerita di balik makrab (semacam behind the scene gitu deh).

Yang satu tentang aku dan yang satunya lagi tentang sahabatku, temanku sekaligus kakakku.


Pelajaran yang bisa diambil dari kedua hal itu:

1. Menyadarkan seseorang tentang perasaan kita itu sulit
2. Dipermainkan perasaannya itu sakit
3. Membuka hati dan mata seseorang itu sulit, apalagi dengan masa lalu sebagai bayang-bayangnya
4. Berpikiran positif untuk segala kondisi dan situasi
5. Selalu berpikir bahwa "Yes! Kita bisa!"







Cuman itu. Ya, 'cuman'. Dan aku baru tidur jam dua pagi gara-gara itu. Setengah 4 pagi dibangunin Ncik untuk bangunin maba-maba. Well, secara garis besar, acaranya tanoshikatta.

Selasa, 13 Oktober 2009

Makrab dan yang lainnya

habis makrab.
malah mumet. apalagi setelah kejadian nyebai itu. FAIL
butuh kejernihan pikiran sekarang.
=_=

*maaf buat teman-teman yg merasa kalo saya agak berbeza*

Kamis, 08 Oktober 2009

Never Ending Story

Menunggu jam yang tepat untuk pergi ke kampus. Kalau saya tak ke kampus hari ini, habislah saya. Dua tugas bunpou, BLARRRR, akan hilang.

Tak banyak yg bisa diceritakan akhir-akhir ini. Karena introvert saya lagi kumat atau memang benar-benar tak ada yg bisa dibicarakan. Entahlah. Akhir pekan ini saya harus ngurusi makrab maba Sastra dan Bahasa Jepang 2009.

Dan tetap harus menjadi seseorang yang sabar (sangaaaaaat sabar) untuk beberapa orang yang penting dalam hidup saya.

Kamis, 01 Oktober 2009

Gempa (lagi)


Indonesia terletak pada lempengan-lempengan bumi yg rawan pergeseran. Itu kata TV.

Kemarin sore, 30 September 2009, terjadi gempa di Padang sebesar 7,2SR. Yeah, aku bisa berempati pada seluruh korban gempa karena aku pernah jadi korban gempa juga. I'm so sorry... Getarannya sampai Jambi, Riau, Medan, Aceh, Johor Bahru, dan Singapura.


:( :( :(


Bayangkan masih banyak korban yang tertimbun... Oww so sad...


Jam 08.59 tadi, giliran Jambi yang digoyang gempa. 7,0SR.
Semoga mereka yang meninggal itu khusnul khotimah. Amiiiin

Minggu, 27 September 2009

syawalan

Bani Maksum
(20 September 2009)
Galur, Kulon Progo


As usual, acaranya ngaret. Di undangan tertulis jam 18.00, tapi baru dimulai jam 21.00 :(((
Halah, halah... Kesalahan saya adalah: nggak bawa si kecil Asus dan Smart. Bener-bener bosen. (Sori nggak ada fotonya karena males mbawa kamdig. Malem). Melewati jalanan yang gelaaaaaaaaaaaaap banget, sebelum akhirnya sampe di tempat syawalan. OMG!


Sebelumnya nganterin pulang ibu saya dulu. Tiba-tiba sakit perutnya kumat.


Dan saya 'dikerjain' sama Lek Didik di acara itu. Saya dan Dedi jadi koordinator Bani Maksum cabang Krapyak a.k.a Bani Asrofi





Saya cuman nyengir *ngiiiiiiiik*

(kok kayak kuda?)



2. Trah Tresno Prawirowandowo (TPW)
(21 September 2009)
Joglo Panembahan


Yeaaa! Satu-satunya acara syawalan yg nggak bikin saya 'patah hati'. Saya jadi salah satu pengisi acaranya.
Qiro'ah. Great! Dan wel, saya suka sepupu-sepupu saya yg dari ibu saya. Lucu-lucu. Yo maklumlah, saya kan cucu pertama. Gedhe dhewe.


Dan saya nggak lupa bawa Asus. Tapi ngga
k terlalu berguna juga. Karena saya nggak bosen-bosen amat di situ.


Very like this!



3. Trah Bani Saleh
(22 September 2009)
Karangkajen


Hmm hmm hmm.. Saya bener-bener males pas mau ikut syawalan ini. Males ngaret. Males ketemu sama orang yang greeting sama saya pake fisik. Seperti tahun lalu. "Fia kok kamu tambah lemu, to?". Dan males-males yang lainnya.



Penyakit ke-apatis-an saya lagi kumat.



Dan saya bawa Asus dan Smart. Selama acara, saya cuma FB-an dan ketika baterei Asus sekarat, saya cuma bisa merem.



Dan begitu pula ibu saya. Haha. Like daughter, like mom lah.




Dan ternyata oh te
rnyata, di-candid camera sama Lek Yoyon!

Sip tenan! Ibu saya lagi merem dan saya la
gi laptop-an.
Hahaha.










(hahaha... bener2 pada 'bored' semua. Saya upload ini atas request Lek Feni. Hehehe)



Oh ya ketemu Nana di sana. Tapi saya (mungkin) terlihat nggak begitu antusias. Sori, Na. tau gitu tak jejeri kamu dari awal. D:D:D:



4. Syawalan Alumni Moehi (semua angkatan)
(23 September 2009)
Aula Moehi


Saya ikut karena 'disuruh' bapak saya yg kebetulan juga alumni Moehi angkatan tua (hehe). Mana ketua panitianya pula!

Saya juga nggak lupa bawa Asus dan Smart.



Sangaaaaaat lumayan acaranya. Ketemu beberapa guru. Ada Pak Syukri Fadholi (eks wakil walikota Jogja), ada Pak Kastholani (eks kepsek Moehi yg sangat karismatik). Well, saya jadi penjaga buku tamu angkatan 2000-an.


As usual, saya males koordinasi sama temen2 2oo8, jadinya yg dateng cuman dikit.


Nggak bosen-bosen amat, ah (karena ada Asus dan Smart).


Ironisnya, saya cuman makan satu macam ma
kanan. Bakso. Dan itupun cuma dikiiiiiiiiit banget. Padahal enak :( :(


Dan akhirnya saya sangat nyesel cuman makan bakso doang karena ibu saya pulang dari Syawalan alumni SMA 8 tanpa membawa makanan sama sekali!



Oh oh oh sedihnya :( :( :(



Di saat-saat terakhir syawalan Muhi (baterei Asus sudah sekarat), saya keliling lantai 3 buat cari colokan listrik (dodol! Kenapa nggak nanya Pak Wondo aja pas tadi duduk di sebelahnya). Nemu! Di antara kelas X.G (mantan kelas saya dulu), tangga, dan kelas XI A1!! Woww.. Love u, Moehi. Hahaha. Walhasil saya duduk bersila ngglesor di lantai, Asus saya taruh di atas bangku panjang.


Dan lucky me! Hotspot moehi nyala dan saya nggak perlu make Smart! Cepet pula! Hahaha.


Sendirian. Ngglesor di lantai. Maen laptop. Wis cucok jadi cah ilang! Haha.



Mengutip pidato-nya Pak Kastholani: Saya me
ndukung Pak Syukri untuk menjadi the next kepala sekolah Moehi! Yeaaaa! Make them better, Sir!



Nggak ada fotonya. Lagi. Eh, ada ding. Tapi foto saya sendirian yg lagi ngenet. Foto diambil pake webcam laptop. Maklum aja nek elek. Hehe





5. Bani Imam Mustofa

(24 September 2009)
Sambeng 3, Mbuantul




Ini adalah 'sekuel' dari Bani Maksum. Jadi seluruh anggota trah Bani Maksum ikut bani ini. Jangan suruh saya njelasin, Mbah Imam Mustofa itu siapanya Mbah Maksum karena saya nggak tahu. Pokoke melu wae.









Dan saya nggak lupa bawa Asus dan Smart.






(bosen? narsis aja. hehehe)






Aje gile. Tempate jan terpencil banget. Ndesone ndeso tenan. Padahal saya orang Mbuantul. Tapi saya lebih 'fasih' tempat-tempat di Kota Jogja atau di Sleman. Haha. serius! Tempatnya nggak ada 10 kilo dari Pantai Pandansimo.















dan ngaret!!!!!!!!!!!!!!!!!!!










Ah, ironis sekali... Saya belajar tentang habit baik orang Jepang yang ON TIME, tapi kenapa nggak berlaku buat keluarga saya sendiri????








Ah sutralah.




Saya jadi apatis (lagi)


dan di akhir episod ini, saya nggak bejo lagi. Saya harusnya ikut di mobilnya Lek Hara atau Lek Topo, bukan di mobil bapak saya! Mobil bapak saya adalah satu-satunya yang nggak ke Pandansimo! OMG!












Dan saya tahu alasannya:


karena di mobil bapak saya isinya adalah generasi sepuh!



*Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiik*




Minggu, 20 September 2009

Lebaran (yang Aneh)

Saya sempet khawatir kalo lebaran tahun ini antara pemerintah dan Muhammadiyah nggak barengan.
(Sampe sekarang saya masih bingung. Serius. Kenapa metode Muhammadiyah & pemerintah nggak kompak. Ah sudahlah)







Apalagi ditambah yang (katanya) di beberapa tempat bulan baru nggak kelihatan.
(kenapa nggak beli satelit khusus hilal aja sih? Ngrepoti banget. Hahaha)









Dan saya sampe bertepuk tangan keras setelah pemerintah ngumumin kalo lebarannya ya bareng sama Muhammadiyah. Hahaha.






Nek saya, kalo beneran nggak kompak lebarannya, saya & keluarga tetep milih hari Minggu. *warga Muhammadiyah :)*
lagian hampir semua tanah lapang di Jogja juga lebarannya hari Minggu.









Well, sebenernya di malam takbiran, saya paling suka ndengerin takbiran di Masjid Pondok Krapyak yg kedengeran dari rumah saya dengan SANGAT JELAS *beri penekanan di dua kata terakhir*



















Tapi, wait wait wait....
















Pondok kok nggak takbiran?









Saya dan ibu saya berpendapat kalo pondok 'kurang update'.

:D












Tapi sampe subuh, Pondok Krapyak TETEP nggak takbiran. Padahal masjid-masjid lain di sekitar rumah saya takbiran semua.




Oh oh oh sepinya :'(









Dan saya (akhirnya) tahu kenapa:




























PONDOK KRAPYAK LEBARAN BESOK (SENIN)!!!!!











:O :O :O






















Setelah ke-shock-an saya hilang denger berita itu, saya TETEP belum ngerti kenapa pondok mutusin buat lebaran besok Senin.




Ah, sudahlah.






Pikiran orang kan berbeza-beza.








Tapi kan... Tapi kan...








Biasanya Pondok Krapyak kan manut pemerintah





































*biarkan itu menjadi misteri, Fia. Hidup kan penuh misteri (halah)*

Odanjiki Ake no Matsuri Omedetou.....

Odanjiki Ake no Matsuri Omedetou.....
Mohon maaf lahir dan batin ya. Kosong-kosong deh. Hehehe.

Kamis, 17 September 2009

Breaking News

Ditawari Mbah Dewo buat jadi pembaca Al-Quran di syawalan Trah Prawirowandowo (bener nggak ya nulise? Dodol! Padahal trah e dhewe. Biasanya disingkat TPW soale). Yeaaaaaaaaah. Setelah lama vakum. Hahaha.

Terakhir kapan yaaa? Oh pas syawalan (juga) Bani Maksum po yo di Bantul. Mboh tahun berapa. Saya lupa. Dadakan. 5 menit sebelum acara dimulai baru dikasih tau. Soale yang harusnya mbaca Al-Quran tiba-tiba sakit perut (eh nggak ding. hehehe. nggak tau kenapa. tiba-tiba nggak bisa dateng)



Alhamdulillah, saya bisa baca Al-Quran. Nek nggak bisa, pasti orang-orang pada bilang gini:





"Aladene omahe cedhak pondok pesantren. Putune Mbah Asrofi. Ponakane Pak Kyai Henry Sutopo. Dan blablabla"










Dan mungkin bisa lebih buruk lagi. Simbah putri (ibunya bapak) soale kibishii kalo soal begituan. Dan tahu kan? Saya serumah sama beliau sampe gempa 2006 kemaren dan rumah saya yg sekarang ada di belakang rumah beliau persis. Mantap!


Bismillahirrahmanirrahim. Semoga bisa! Yes!

Selasa, 15 September 2009

Upin dan Ipin

Saya (mungkin) adalah salah satu dari sedikit orang Indonesia yang nggak peduli dengan konfrontasi Indonesia-Malaysia (nggak penting! Wong kita satu rumpun, kok. Kesamaan budaya pasti juga ada. Nasionalisme kok lagi dikoar-koar sekarang. Aneh). Sebenernya nggak ada hubungannya sama postingan kali ini. Hahaha.

Saya dan keluarga (termasuk bapak) lagi suka nonton serial Upin dan Ipin; sebuah kartun animasi 3D dari Malaysia yang keren banget (dari segi kualitas gambar), lucu banget (dari segi cerita), dan Malaysia banget (ya iyalah). Di Indonesia, Upin dan Ipin disiarin di TPI. Kalo di Malaysia di TV9.

Ceritanya, ya cerita anak-anak. Dua saudara kembar, Upin dan Ipin yang yatim-piatu dan diasuh oleh nenek (Opah) dan kakak perempuannya yang galak (Kak Ros). Mereka usil, pinter, suka menolong, yah pokoke khas anak-anak sekali lah. Mereka juga punya teman-teman yang lucu-lucu. Ada Mei Mei, Melayu-Chinese, yang pinter, baik, sok menggurui. Ada Jarjit, India-Melayu yang hobi main pantun 'Dua-Tiga'. Ada Mail yang mata duitan. Ada Ehsan yang kaya, agak sombong, dan nakal. Ada Fizi yang juga agak nakal.

Bagusnya, serial ini nggak didubbing ke Bahasa Indonesia. Tapi Bahasa Melayu. Tambah ngakak deh jadinya. Beberapa dari dubber tokoh-tokoh di dalamnya (Upin-Ipin, Mail, Ehsan) adalah anak-anak. Jadi orisinalitas cerita anak-anaknya makin terjaga.

Lima bintang deh buat serial ini! Nggak peduli walaupun durasinya cuma 5 menitan (10 menit kalo di TPI). Beberapa ceritanya agak lebay sih, sok slow motion gitu, tapi malah lucu. Hahaha.

Ternyata, temen-temen saya juga banyak yang suka. Malah sekarang saya dan beberapa kawan kuliah saya sering sok-sokan pake bahasa Melayu. Bahkan di antaranya ada yg manggil saya Kak Ros. Mirip dari mananya coba saya sama Kak Ros? Sama-sama jilbaban dan galak kali ya. Hahahaha.

Pengakuan

Mungkin saya adalah orang yang pualing merugi di bulan Ramadhan ini. Bukan maksud merendah, tapi MEMANG benar-benar seperti itu. Well, saya baru sadar di saat terakhir bulan Ramadhan; bahwa saya sangat sangat sangat banyak melakukan hal yang sia-sia; yang nggak penting; yang nggak termasuk dalam catatan baik buat malaikat.

Makanya ada perumpamaan, penyesalan selalu datang terlambat. Belum tentu saya bisa bertemu Ramadhan selanjutnya.

Ya Allah, ampuni hamba....

(masih tetep nggak serius! Saya posting blog ini masih nyambi dengan main Pet Society di FB! Parah!)

Sabtu, 12 September 2009

Blog & Diary

Blogku tidak sama dengan diaryku. Diaryku kadang sama dengan blogku. Tapi aku lebih jarang ngisi diaryku daripada blogku. Diaryku isinya lebih complicated daripada blogku. Aku ngisi diaryku kalo lagi ada situasi yang bener-bener membuatku terpaksa nulis di diary, nggak kayak blog. Diaryku isinya kebanyakan adalah sesuatu yang bener bener bener nggak bisa terkatakan.


[akhir-akhir ini postingan blogku nggak penting :)]

Selasa, 08 September 2009

Mainan Baru

Aku punya mainan baru.
Namanya Bunpou dan Kanji.
Sama-sama Tata Bahasa III, tapi:

New Teacher
New System
New Homework
New Test (maybe)

*Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggggggggggggggg*

So what?

-.-

Jumat, 04 September 2009

Fia Kacau!

Akhir-akhir ini aku sedang merasa kacau. Entahlah. Segala yang ada di kepala kerasa beraaaaaaaat banget. Aku berhasil mengacaukan nyaris 100% rencana yang sudah ada. Dan entah kenapa aku juga merasa skeptis dengan lingkungan sekitar, belakangan ini.

TV yang biasanya bisa menghiburku, malah bikin sensi-ku memuncak. Owww, please stop it! I don't care enough about Malaysia and Indonesia. Media massa Indonesia malah bikin semuanya tambah buruk.

Well, mungkin satu-satunya obat penenangku adalah dia.
I need him!

Minggu, 16 Agustus 2009

mIRC

Haha. Jadi inget, dulu waktu SMP hobinya maen mIRC. Chatting, cari temen. Bener-bener kecanduan mIRC aku waktu itu. Yang ngenalin Vika 'Kuro'. LOL. Masa-masa awal abg yang aku lewati dengan konyol.
Tapi setelah aku kenal Friendster (FS), aku pindah ke lain hati. Haha. mIRC aku tinggal. E... Sekarang ketemu lagi sama mIRC, di kantor, hahaha. Dua hari berturut-turut aku chatting pake mIRC.

mIRC sebenernya asik. Kalo kita ketemu sama orang yg asik. Tapi juga nyebelin, kalo ketemu orang yang aneh, maniak cybersex atau sexcyber, yah gitulah pokokmen. Satu lagi, kalo ada yang minta nomer hape. Eh sumpah yaaaa. Kenapa harus nomer hape sih? kenapa nggak nomer rekening aja (lho)? Dan di jaman FB kayak gini, banyak juga temen chatku yg minta FSku. Hah? Hahaha.... FS sepi kayak kuburan gitu. Tapi yo nggak papa ding. Asal nggak terpengaruh dengan hal yang aneh-aneh, kuat iman, dan hati-hati. Karena kita tahu --nggak kayak YM atau messenger-messenger lainnya--, mIRC lebih universal. Sapa aja boleh masuk. Bahkan teroris sekalipun. Haha

Jumat, 14 Agustus 2009

Pelajaran Berharga buat Seseorang Bernama Fia

Well, habis dapet banyak hal yang nggak ngenakin di hidupku (nggak cuman di hidupku aja ding). Pusing. Sensitif.
Hanya bisa percaya pada kekuatan Allah.
Amin.
Kuatkanlah kami, Ya Allah.

(Pelajaran berharga untuk hidup Fia di masa mendatang Episode 1)

Sabtu, 08 Agustus 2009

Dari TV One

10 menit yang lalu, di berita ditayangkan kalo Noordin M. Top, gembong teroris, pimpinan Al Qaeda Asia, dll, blabla, tewas ditembak Densus 88 yang berkolaborasi dengan para sniper.

Tanggapan saya:

1. Beneran tu yang tewas Noordin M. Top?

2. Kalau saya jadi Noordin M. Top, saya nggak bakal sebodoh itu dengan meneriakkan "Saya Noordin M. Top", ketika merasa terdesak setelah ditembak polisi.

3. Kalau memang beneran Noordin M. Top yang di Temanggung itu yang matek, YES! Selamat!
(tapi Densus 88 sama sniper beneran deh! Kelamaan kalian!)

Jumat, 07 Agustus 2009

FOGI dan Fia yang konyol

Agak basi sih sebenernya. Tapi saya mau berbagi cerita soal sebuah event yang (agak) gede di kantor saya (kantor bapak saya).

Kenapa saya bilang 'kantor saya'? Jadi gini, bapak saya lagi punya program jangka panjang untuk ngarahin saya ke dunia broadcast, terutama penyiaran radio. Dengan dalih blablabla, akhirnya Beliau berhasil membujuk saya untuk dikit-dikit bantu-bantu di kantor beliau tiap hari Sabtu-Minggu (yang dengan ogah-ogahan saya terima pada awalnya). Lalu saya ngajak Atha buat nemenin saya di sana.

Event yang mau saya ceritakan adalah FOGI (Festival Vokal Grup Indomaret). Sebelumnya, saya sama sekali belum pernah ikut-ikutan yang seperti itu. Maksudnya terlibat dalam kepanitiaan, panitia jadi-jadian atau peserta kontes bakat kayak gitu. Hahaha. Maklum, udik :p.
Tanggal 2 Agustus kemarin, dua hari sebelum Mbah Surip meninggal, ada audisi FOGI babak penyisihan di kantor (bapak) saya. Dan kebetulan hari Minggu. Haha. Jadi sekalian kerja, dan juga jadi panitia perusuh geje.

Sampai di hari H, saya dan Atha sama sekali belum kenal satupun dengan mbak/ mas-nya dari EO yang nanganin FOGI. Beneran! Suer! Gimana mau kenal, orang saya dan Atha cuman kerja dua hari dalam seminggu. Sedangkan saya ketemu mereka cuman pas lagi jaga pendaftaran (dan pendaftarannya cuman sampe hari Sabtu). Hahaha.

Well, hari di kantor pada saat itu saya awali dengan melongo, melongo, dan melongo. Para panitia sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing, dan saya nggak ngerjain apa-apa. Huahahaha. Nggak mutulah saya pokokmen. Nggak berapa lama kemudian, si Atha dateng dengan cengar cengir dan nggak berhentinya nanya ke saya, "Kita ngapain, Fi? Kita ngapain, Fi?"

Lamaaaa banget saya dan Atha nganggur. Dan akhirnya baru ketahuan (sok) sibuknya, pada saat audisinya mau dimulai (audisinya jam 10, saya dateng jam 8). Nggak henti-hentinya telepon bunyi, nanya lokasi kantor bapak saya. Well, saat itu saya baru sadar kalo kantor bapak saya itu nyempil, masuk perumahan, deket Asram Galeri, dan blablabla.

Pas audisi..
O, ya jurinya ada Tri Utami, Syaharani, Adit Jikustik (kenapa nggak Icha????), dan satu lagi, saya nggak tahu namanya.
Awal-awalnya saya dan Atha sempat terkagum-kagum dengan suara para peserta grup vokal yang keren banget (mereka harus nyanyiin jingle Indomaret secara acapella). Saya menduga bahwa banyak di antara mereka yang ikut paduan suara gereja. Tapi sampe di tengah-tengah acara, jujur, saya agak bosen (well, kenapa audisi babak penyisihannya cuman disuruh nyanyi jingle Indomaret, kenapa nggak lagu bebas aja?)

"Indomaret, semua sukaaa
Indomaret, pilihan kitaaa
Indomaret, Indomaret, di Indomaret...
Mudah dan hemaaaat"


Sebenernya, lagunya bagus (ciptaan Elfa Secoria, bo'). Tapi coba bayangin kalo Anda harus ndengerin lagu yang sama dinyanyiin berjam-jam. Wewwww... Saya jadi kagum sama Mbak Iie' cs yang 'tahan' harus ndengerin dan ngasih komen (jadi inget AFI. haha)

Bukan maksud menyinggung, saya jadi geli waktu liat beberapa pelatih grup vokal (atau salah seorang ortu dari peserta?) yang nyuruh dengan keras, harus perfect, waktu audisi. Weleh weleh... Kebanyakan sih di kategori anak-anak (obsesi artis udah keliatan. Liat aja dandanannya, kostumnya).

Yang fail, menurut saya, adalah waktu Atha nanya (untuk pertama kali) tentang mekanisme audisi sama saya.

A (atha): "Fi, kok mereka --para peserta-- pada masuk ke dalem?"
(dalem kantor, maksudnya)

F (fia): "Mereka lagi transit, mau audisi"

A: "Oww.. Audisinya di mana?"

F: "Di ruang produksi. Tempat kita shalat kayak biasanya"

Oke! Sampe di situ, saya masih beranggapan kalo Atha sudah paham. Kebetulan tuh audisi digelar di halaman studio dan di sana ada panggung dan layar (biar yang di luar bisa ngelihat apa yang terjadi di dalam ruang audisi). Layar itu juga berfungsi buat interaktif antara MC dengan para juri yang di dalem.

Dan setelah tanya jawab itu, kami -- saya dan Atha -- kembali beraktifitas (nerima telpon, terima fax, bantu-bantu panitia secara geje, dan melongo)

Tapi ternyata si Atha tiba-tiba nanya saya lagi.

A: "Fi, aku masih bingung"

F: "Kenapa?"

A: "Panggung yang di luar itu buat apa?"

F: "Ya buat peserta yang kepingin perform setelah atau sebelum audisi dan yang lainnya"

A: "Bukan buat audisi?"

F: (kaget) "Ya bukanlah. Audisi kan di ruang produksi".

A: (sambil cengengesan) "Oww.."


Stop! Dan di situ, saya udah percaya kalo Atha udah bener-bener paham. Kami kembali ngelanjutin kesibukan kami yang geje. Jam udah menunjukkan jam satu siang. Kami kerja cuman sampe jam dua. Dan tiba-tiba, Atha bilang gini ke saya.


A: "Fi, aku baru sadar. Di situ (ruang produksi, red) buat audisi ya?"

Gubrak! OMG... Sabar, Fi. Sabar...

F: "Ha? Baru sadar?? Ya ampyun, Athaaaaa...."

A: "Hehe. Sori, sori. Lha terus yang di luar itu kok ngomong-ngomong kenapa?"

F: "MC-nya tuh ngomong2 sama jurinya lewat itu lho layar"

A: "Oww... kirain audisinya di situ, di panggung"


LOL. FAIL...


Setelah itu, saya dan Atha pulang sekitar jam 3-an (atau jam 4-an?) karena ternyata audisinya belum kelar-kelar. Jadi, saya nggak tahu, siapa aja yang lolos audisi.

Hohohohoho...


(Buat Atha, kalo kamu baca ini, peace yow....hehe)

Sabtu, 25 Juli 2009

Let me get out from Krapyak! Haha...

Ibuku: Demokratis. Selalu setuju sama semua kegiatan anak-anaknya, asalkan positif. Semuanya dipikirkan secara rasional dan realistis. Super disiplin soal pendidikan. Kerja keras.

Bapakku: Complicated. Nggak ada yg bisa mbaca kemauannya tapi semua orang harus bisa ngertiin dia. Punya pemikiran yang *maap* agak konservatif. Orang nomer satu yg paling nggak on time. Cuek dihampir semua hal. Ribet kalo udah debat pake emosi sama bapakku. Gengsi gede banget. Keras kepala. Paling sering konflik sama aku daripada sama adekku.


Aku mungkin anak paling kurang ajar yang tega njelek-njelekin orang tua sendiri. But, itu realistis! Fakta di balik realita!

Well, aku sih nggak tahu ya mungkin latar belakang masing-masing keluarganya ortuku yang mempengaruhi itu semua. Dan mungkin lingkungan rumahku juga.

Keluarga besar ibuku sangat demokratis. Mungkin gara-gara itu akhirnya saudara-saudaranya ibuku adalah seniman, termasuk ibuku.

Sedangkan, keluarga besar bapakku. Agama nomor satu. Simbah putriku adalah orang yang super duper disiplin kalo soal ibadah. Kalo soal yang lain, euh....

Jadi ya bisa ditebak: rumah deket pondok pesantren, tinggal sekomplek bersama keluarga besar, dan jangan harap punya rahasia!

OMG! Aku baru ngerasain sekarang. Aku kepengen ninggalin Krapyak. Ada kalanya kalo kamu tinggal bareng keluarga besar, apalagi harus berhadapan sama pondok pesantren yang ngadepin 6 corong pengeras suara ke arah rumahmu.

Fiuuuh.....

Bahkan untuk kali ini, aku bener-bener kepengen jadi troublemaker! Serius!
Aku nggak tahu apakah di sosiologi ini ada. Tapi, kalo kamu tinggal bersama keluarga besarmu di saat kamu udah berkeluarga, konflik yang terjadi antar anggota keluarga bakal lebih sering terjadi daripada kamu tinggal berjauhan dengan mereka.

"Eh, kemaren Fia habis gini. Fia habis gitu..."
euh.... gosip kayak gitu bakal lebih cepet menyebar daripada virus Flu Babi! Itu artinya, berita kayak gitu bakal bocor ke tetangga lebih cepet!

Serius!

Nah, bapakku pun juga punya pemikiran kayak gitu: over protektif!
Oke, aku 18 tahun dan jam malamku adalah jam 5 sore! Diperparah lagi aku adalah mahasiswi yang nggak nahan kalo ada kegiatan sana sini.
Bagus!

Untung temen-temenku pada ngertiin itu semua. Mereka ngehargain 'jam malam'ku itu. Tapi, kadang mereka ngelihat aku dengan pandangan kasian.


Ya Allah, ubahlah cara pandang orang tua Hamba....

Kamis, 23 Juli 2009

Ayam Dkk

Saya lagi nyari lagunya Mikha Tambayong yang Cinta Pertama. Sering diputer di Kepompong. Mendayu-dayu but I like it. Hoho. Bahkan di 4shared belum ada lagunya! Sebenernya ada, tapi saya ragu kalo itu soundnya bagus. Saya takut kalo cuma rekaman. Haha.
*ketahuan kalo saya suka nonton Kepompong. Haha*



Ngomong-ngomong soal Kepompong. Ternyata temen SMP-SMA saya ada yang main di situ. LOL. Serius! Makin banyak aja temen saya yang ngartis. Hoho.





Liburan udah sebulan lebih. Dan serius, saya sama sekali nggak bisa menikmati. Entahlah, banyak yang terjadi di sekitar rumah saya akhir-akhir ini; pembantu sakit trus pulang akhirnya saya yang harus ngurus logistik perpakaian nasional (tapi sekarang dah sembuh dan udah balik ke rumah lagi); ibu saya lagi banyak kerjaan, jadi lagi sensitif banget. Dan beliau berhasil jadi penguasa laptop besar ACER dan saya harus puas ngenet dengan laptop nggak super asik, ASUS (saya ndak tau apakah ini ada hubungannya sama ukuran laptop, tapi yg jelas kalo ngenet pake ASUS lebih luambat sekale)





O, ya akhir-akhir ini saya jadi benci banget sama AYAM. Bukan ketularan Irma. Jadi saya (mungkin) agak terpengaruh sama deskripsi AYAM oleh Andrea Hirata (baca MARYAMAH KARPOV) plus *maap* banyak tai ayam bersebaran di halaman rumah saya. Dengan kata lain, banyak AYAM berkeliaran bebas di rumah saya! OMG! Well, saya dan Husen sempet ngeluh sama ibu saya kalo para ayam itu sudah mengganggu sirkulasi kehidupan manusia di rumah saya (halah).

Deskripsi AYAM menurut Andrea: hewan sombong yang hobi matukin betinanya sehabis bercinta (wew), seolah dia berkata kalo "Well, aku bisa membuangmu setiap saat". Hewan ndak punya sopan santun yang hobi eek di manapun yang dia sukai.






Ibu saya hanya njawab gini, "Maklum kita hidup di lingkungan komunal, yang isinya saudara semua, jadi harus toleransi dikit"



Yah maaf maaf aja deh. Pendapat ibu saya malah semakin menguatkan saya untuk pergi dari KRAPYAK secepatnya. Itu artinya, pengen cepet-cepet nikah. Hohoho.





*nyesel download lagunya Afgan yang Akhir Persahabatan. Nggak bagus lagunya :(*

Sabtu, 04 Juli 2009

Jika Fia Bosan(G)...

kira2 temen-temen saya lagi ngapain, ya? Gilang, Aldy, Andini, Azam, Encik, sarah, Pijar, Dyan, Gana, Okky, Yos, Itok, Seto, Lastri, Nia, Inung, Mbak Uwi, Mbak Nuri, Mbak Luluk, Nadia (hey DVD game-mu durung tak balekke. Sori :D), dll. Capek nyebutin satu2.
Kalo Atha, kan sabtu-minggu masih ketemu :D.

kangen nih ma mereka.
OMG!
Saya benar-benar bosan(G)!

Cuman bisa nggigiti kuku

Nggangguin anak kecil

Nonton pilem DVD lawas (tapi masih agak2 baru juga, ding) yang sama sekali belum saya tonton: Madagascar 2: Lost in Africa, Night at The Museum 2, dan Laskar Pelangi. Sebenernya ada Transformer 2 juga, tapi gambarnya terlalu bajakan. Jadi mending nggak usah ditonton aja.

Dikit2 nulis juga (OK, saya ngaku! Saya masih amatiran dan belum bisa fokus di satu topik, jadi SETO saya vakumkan untuk sementara)

Dan bersih2 rumah! Buset... Debunya banyak amat. Entah itu karena kami yang sekeluarga sampe nggak ada waktu buat bersihin debu di tempat2 yang tak terjamah atau memang....

Ah, sudahlah! Lupakan!

Oh iya, saya lagi seneng-senengnya dengerin Give Thanks To Allah. Well, konon dinyanyiin sama Michael Jackson. Tapi menurut saya, Husein, dan bapak saya, pengucapan bahasa Arabnya terlalu fasih untuk seorang mualaf. Wallahualam deh. Nggak peduli siapa yang nyanyiin, yang jelas liriknya dalem banget buat saya.

Jumat, 03 Juli 2009

H.T (Handy Talkie) ^^

Awalnya, aku pengen nyalin buku harianku ke sini soal postinganku kali ini. Masalahe, aku nggak mau senasib sama ibu Prita. Hehe. Serius!
OK, meskipun aku agak pede dalam hal ini, melihat bahwa semua warga negara Indonesia nggak kebal hukum (katanya). Kalo boleh jujur, aku nggak takut sama dia, targetku yang kalo aku liat -euh, sangat memuakkan-. Emangnya dia siapa?
Tuhan?
Enggak, kan?
Dia manusia biasa, sama kayak aku. Bedanya, dia bisa ngelakuin apapun dengan uangnya, termasuk, yah kau taulah apa itu. Sedangkan aku? Well, aku nggak punya apa-apa.


*buat H.T. Semoga kau nggak baca ini*

Selasa, 30 Juni 2009

Haha... I like to move it move it...


Kemaren akhirnya berhasil memenuhi ambisiku yang baru terencana sehari sebelumnya. Beli DVD! Yosh! Kaset DVD, maksudnya. Hehe. Biar mengatasi kesuntukan di liburanku kali ini (karena aku takut mati kebosanGan!).

Berhubung duit pas-pasan, aku cuma beli DVD bajakan di sepanjang Jalan Mataram. Haha. Jadi inget iklan layanan masyarakat di TV: "DVD bajakan itu melanggar hukum karena nggak bayar PPN". Ya elah, DVD original berapa harganya? Mahal tauk! Kalo pemerintah kepingin warganya beli yang nggak bajakan, ya turunin dong harganya.

Akhirnya aku beli Madagascar 2 (kata Sarah lucu banget). Padahal awalnya aku dipeseni Husein buat beli Transformer yang baru (bahkan DVD bajakannya belum ada! Ya iyalah. Wong launchingnya baru sedetik yg lalu :D). . Awalnya aku nggak ngedong jalan ceritanya Madagascar 2. Aku nggak nonton yang pertama, soale. Hehe. Tapi emang lucu. Geje geje piyeee ngono. Apalagi si Moto Moto yang bweee sok kecakepan banget (dubbernya Will.I.Am-nya Black Eyed Peas). Haha. Apalagi endingnya: masa' kuda nil nikah sama jerapah? Yah, namaemo kartun. Namanya juga kartun.

*Bajakan nggak papa, yang penting gambarnya nggak kalah bagus sama yang asli. Haha*
(itu kenapa orang lebih milih beli DVD bajakan yang murah & kualitas gambarnya bagus daripada DVD ori yang harganya bisa 15 kali lipat, tapi gambarnya sama aja sama DVD bajakan)

Minggu, 28 Juni 2009

Kejujuran

Kejujuran.
Sebuah kata yang sarat makna dan kadang bikin hidup kita jadi jungkir balik.
Munafik kalo saya bilang, "Ayo jujur!", karena memang saya sering nggak jujur. Hehe.
Dari yang saya tau di Al-Quran ataupun di hadits Nabi, kejujuran itu penting, kalo kamu nggak mau dilaknat Tuhan sebagai orang munafik.

Jadi saya pernah ngalamin yang nggak enak banget tentang kejujuran (ok, jangan ditiru!). Saya pernah berada di suatu masa ketika kejujuran bener-bener terbuang percuma di kantong sampah. Saya sering dilema kalo ada orang yang ngomong,"Elo temen apa bukan, sih? Bo'ong buat nyelamatin temen aja nggak bisa!"
*maaf buat oknum yang merasa tersinggung :D*
Kalo saya jujur: nanti dikatain ember lah, baskom lah.
Kalo saya bo'ong: bertentangan dengan hati nurani saya.
Nah lhoh.
Dan saya percaya bahwa hampir semua orang pernah ngalamin perasaan dilema-hati-nurani seperti itu.


Dan pada waktu itu, saya harus hidup dalam kebohongan selama bertahun-tahun.
Saya sama sekali nggak kenal apa itu kejujuran hati nurani di masa itu. Konyol banget lah pokokmen. Sembunyi di balik topeng dan menjadi "Yes Girl".

Dan di akhir masa itu, akhirnya saya membuat keputusan sangat beresiko dan revolusioner (halah). Walopun masih kalah dengan revolusi zaman Meiji, tapi pengaruh itu cukup besar di komunitas saya. Orang yang dari awal nggak suka sama saya, makin nggak suka sama saya. Haha. Tapi alhamdulillah, saya juga punya pendukung 'kejujuran' itu. Mereka lah yang selalu support saya. Thanks, guys.

Kami akhirnya lebih milih jadi individualis daripada maksain diri pake topeng kayak masquerade. Dan di waktu itu saya dapetin makna bahwa kejujuran maha agung dari semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Saya akhirnya mulai nggak simpatik sama orang yang memperoleh kesuksesan dengan kecurangan. Meskipun itu adalah dedengkot dari komunitas besar saya (so what?).
Well, saya akhirnya bisa SUKSES mengakhiri masa krisis itu dengan kejujuran!

Saya kadang emang polos. Polos banget. Kadang terlalu jujur. sampe sering ditertawakan orang.
Biarin. Yang penting hati saya plong.
Yaaaa, di sisi lain. Kalau mau, saya juga bisa jadi pembohong ulung. Bahkan ibu saya yang dosen drama dan harusnya sudah terlatih mbaca mimik orang, bisa saya bohongi :D.
Tapi konsekuensinya satu: nggak plong. Hati saya ngerasa mbawa beban yang berat banget.

Jadi, pintar-pintarlah mbaca situasi. Kapan kamu ngomong jujur dan kapan kamu ngomong bohong (nggak jelas :p).

Sabtu, 27 Juni 2009

Jogja itu Sempit!!

Siapa bilang Jogja itu gede?
Bioskop yang gede cuman ada dua: 21 Amplaz sama XXI Jalan Solo.
Mall? Yah lumayan sih (lumayan dikit maksude): Gale, Amplaz, Malioboro Mall, Saphir Square, Ramai Mall. Ketoke cuman itu aja.
Jalur trans jogja aja dijadiin satu sama jalan raya biasa (nggak kayak di Jakarta yang punya jalur sendiri :D)


MENURUT ASTRONOMIS (DAN GEOGRAFIS)

Daerah Istimewa Yogyakarta
(atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) dan seringkali disingkat DIY adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah. Letak astronomisnya 7-8 LS dan 110-111 BT (sumber: wikipedia.com)

Saking kecilnya, DIY cuman punya 1 kotamadya, yaitu Jogja (yang juga sebagai ibu kota provinsi) dan 4 kabupaten, yaitu Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunung Kidul (sumber: Pelajaran IPS kelas 3 SD :D).

DIY adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang berpredikat sebagai Daerah Istimewa, setelah Aceh 'mengundurkan diri' sebagai Daerah Istimewa.






Sik sik


Kayaknya dari awal saya nggak mau ngasih kuliah tentang Jogja :D

Udah OOT nih (kata Gilang)


OK kembali ke topik. Jogja itu sempit! Bagi saya yang sudah 18 tahun tinggal di Jogja, Jogja memang sempit. Luasnya 'hanya'3.185,80 km persegi. Tapi bukan itu, masalahnya (iya juga sih sebenernya :p). Misalnya gini, temen kuliah saya si Anu ternyata temen SMP si B. Padahal si B itu temen SMA saya. Atau temen SD saya si C itu ternyata temen SMAnya si Anu. Banyak tuh cerita kayak gitu di kampus. Kalo enggak, temen SMP saya ternyata satu jurusan sama temen SMA saya di kampus (tentunya beda kampus sama saya). Atau gini, ternyata adek saya adalah temen seangkatan adiknya kakak kelas saya. Atau ternyata bapaknya atau ibunya si Anu ternyata adalah temen lama orangtua saya.

Nah, kalo yang ini agak aneh (menurut saya), tidak aneh (menurut bapak saya). Setiap syawalan Bani - Bani yang saya ikutin (haha), pasti di situ ada temen saya (dan biasanya kami saling kaget-kagetan karena ternyata kami masih saudara). Atau suatu hari bapak saya ketemu bapaknya temen saya, kenalan, cerita panjang lebar, dan ternyata orangtuanya bapaknya temen saya (alias mbahnya temen saya) adalah sepupu dari Pak Anu. Padahal Pak Anu itu adalah kakaknya simbah saya. Nah lhoh....


Hahaha. Benar kata orang: DUNIA HANYA SEBESAR DAUN KELOR (termasuk JOGJA :D)

mou owatta!

Ujian selesai!!!!

*Ngolet dulu. Huuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh*

Alhamdulillah, dari beberapa mata kuliah yang diujiin, saya hanya merasa berhasil di dua mata kuliah: Dokai dan Hyoki. Yah, tak apalah. Entah kenapa, saya merasa kurang serius di semester ini.

Selasa, 23 Juni 2009

)(^&$##%&&**(^%$#!

Saya butuh suasana tenang.
Tapi selalu aja ada yang ngerusak suasana.
Pliiiiiiiiiiiiisssssssssssssssssssss..........................................................
Saya butuh suasana yang damai


di RUMAH!

MUAK

..................................................




Akhir - akhir ini saya muak menyebut bangunan itu sebagai



RUMAH!




..................................................

Minggu, 21 Juni 2009

Dengarkan Curhatku

Curhat ahhhh....

Sumpah, kepengen curhat
(yo wis to Fi. Curhat kok angel)

Well, saya merasa (dan mungkin memang) tipe orang yang sangat protektif terhadap segala sesuatu yang saya anggap penting dalam hidup saya. Saya terkadang merasa bahwa apa yang saya lakukan malah membuat sesuatu itu menjadi terkekang. Tanpa mencederai pemikiran seseorang terhadap saya, saya bisa saja kehilangan sesuatu itu kalo diperlakukan over protektif, katanya. Hufff.... Dan ketika orang itu bicara seperti itu pada saya, biasanya saya malah muntab. Tersinggung.
Tapi di lain pihak, omongan orang itu ada benarnya. Sebenernya yang saya lakukan itu apa? Well, saya emang egois. Egoiiiiiis banget. Saya terlalu takut kehilangan sesuatu itu. Sebenernya, saya takut kalo pengungkapan sayang saya terhadap sesuatu itu malah berubah menjadi pengekangan terhadapnya.
Cewek agresif. Huh. Memang itu pantes buat saya. Julukan yang ngeselin, memang.

Lalu apa? Saya susah buat berubah.

Mbah Surip Addict

Akhir-akhir ini entah kenapa teman-temanku pada heboh lagunya Mbah Surip yang "Tak Gendong". Hahaha. Kata para senpai, yang mempopulerkan lagu itu di kalangan kami adalah Mas Awe. Huiiiiii........


Gara-gara penasaran, aku akhirnya download lagunya lewat 4shared di rumah. Husen langsung ketawa begitu denger lagunya. Bapakku ikut-ikutan nyanyi. Dan ternyata dua sepupuku, Lana dan Dek Pipit juga tahu lagu itu. Wis eksis ki lagune.

Suatu sore, aku nonton TV. Kebetulan di SCTV pas acara PlayList, datengin bintang tamu Mbah Surip! Wakakakakakakakak... Udah gitu didampingi 9 model cantik pula. Geje amat sih. Hahahaha... Kata bapakku (yang entah kenapa sekarang seneng mantengin acara musik begitu lagunya Ungu ft Iis Dahlia muncul di mana - mana), baru SCTV yang muter lagunya Mbah Surip :D.


"Tak gendong ke mana - mana
Tak gendong ke mana - mana
Enak, to?
Mantep to?
Daripada kamu naik busway nanti kesasar
mending kamu tak gendong
...............
Wheeeeeeeeeere are you going?
OK, I am booking
Wheeeeeeeere are you going?
OK, my darling
...............
Tak gendong ke mana - mana
Tak gendong ke mana - mana"






SELAMAT!

*selamat buat sepupuku, Wong Ngaliem (itu nama sebenernya) yang udah LULUS UASBN SD dengan NEM 26,95*






*SELAMAT! Buat Moehi09 yang LULUS!*
(nggak komen apa-apa. Takut diprotes :D)





*SELAMAT! Buat SMP Moechild yang siswa-siswanya pada LULUS*




*SELAMAT! Buat SD Muh. Karangkajen yang siswa-siswanya juga pada LULUS*



SELAMAT

SELAMAT

SELAMAT

SELAMAT

SELAMAT!!!!

Minggu, 14 Juni 2009

Headline News yang (nggak) New

Kenyang... Habis makan.
UAS kaiwanya OH MY GOD banget. Nggak tega nulis di sini.
Kapan - kapan aja.

Ditagih naskah lagi sama ibu.
("Jikan ga nai.............")

Ditagih IP tinggi lagi sama ibu.
("Well, itu bener - bener menohok banget. Itulah yang terjadi kalo kamu adalah anak dosen di universitas yang terbaik di negeri in dan orangtuamu adalah sosok yang perfect")

Lagi mumet mikirin tugas akhir komposisi
("Sampai yang lain ditelantarkan, termasuk KAIWA!")

Mbak Cencen & Mas Awe jadian!
("Nah, ini baru berita")

UNAS tahun ini payah!
("BNSP sampe ngadain UNAS ulangan diem - diem. Ra mutu!")

Yang nggak lulus di Moehi tahun ini 21 orang
("Nggak lulus kok jamaah? What's wrong with u, Moehi?")

Porsi kursi di UGM buat SNMPTN 2009 bertambah 100%
("Yes! Tambah peluang buat yang kepingin masuk UGM)

Kata Tatang sensei, porsi kursi camaba di Sastra Jepang tahun ini 50 orang
("Semoga kaum laki - laki nggak jadi minoritas lagi")

Sabtu, 06 Juni 2009

05062009

05.06.2009

Hari yang sangat menyenangkan (oh, yah???). Awalnya aku dateng ke kampus sekitar jam setengah delapan (biasanya jam segitu udah ada kuliah Bunpoo by Oekon Sensei), buat jaga-jaga apakah si Bunpoo itu ada apa enggak (itu saran dari Mbak Lastri, red). Oh ya sebelumnya juga ada janjian sama anak-anak sekelas buat foto bareng-bareng di depan tulisannya FAKULTAS ILMU BUDAYA (pakek "D" :p) sama Hisamatsu sensei. BUat kenang-kenangan beliau, soalnya salah satu sensei favorit saya yang totemo omoshiroi itu bakal pindah ke Semarang, ngajar di UNNES. Huhuhuhu.....

Sebelum sesi pemotretan, aku dan beberapa teman lain belajar Dokai. Soalnya sehari sebelumnya sama Pak Robi dikasih tugas suruh milih: ngapalin bahan bacaan "Watashi no Yume" atau mbaca cepet "Watashi no Yume". Khusus untuk yang mbaca cepet harus di bawah 2 menit. Olalala... Untuk yang itu, nanti selengkapnya bakal aku ceritain.

Waktu lagi asyik-asyiknya latihan mbaca cepet sama Aldy, tiba-tiba dia teriak:

Aldy: "Weh, Pak Oekon tadi barusan naik ke Gedung A! Sapa tau ada Bunpoo"

Fia: (kaget) "Hah? Mosok?"

Alhasil aku dan ALdy lari cepet menaiki tangga gedung A buat nyusul Pak Oekon. Ternyata e ternyata Pak Oekon bukannya menuju kelas A210 tempat biasanya kuliah bunpoo, tapi malah masuk ke ruangan lain! Hahahaha.... Aldy langsung teriak-teriak, "Kejebak! Kejebak!". Mbak Lastri yang nyusul kami malah jadi bingung.

FAIL!



Setelah nunggu luama buangetie, pemotretan sama Hisa-sensei yang rencananya bakal digelar jam 8 pagi, molor sampek setengah 9. Padahal kuliah dokai jam 9. Ternyata kalo untuk masalah on time, walaupun kamu adalah mahasiswa Sastra Jepang UGM sekalipun, selama kamu adalah rakyat Indonesia, pasti bakal ngaret.

FAIL-nya lagi, ternyata Ardha, sang perencana motret2 itu nggak nyadar kalo tulisan FAKULTAS ILMU BUDAYA (pake "D" :p) udah dipindah dari yang di deket kolam kodok (kata mbak cencen) ke depan gedung C, yang notabene sebenernya juga tulisannya lebih kelihatan di situ daripada di deket kolam kodok. Aneh! Kenapa nggak dulu2 dipindahinnya?

Waktu udah baris-baris rapi, kami baru nyadar. Pijar, Azam, Lastri, ma Irma mana? Dodol! Temen sendiri kelupaan! Ternyata mereka lagi di perpus kenkyuu.
Akhirnya foto panas-panas itu selesai juga (Pijar, Azam, Lastri, dan Irma akhirnya ikut foto-foto). Hisa-sensei asyik banget. Berasa jadi gakusei, katanya. Hahaha... O ya yang motret itu kakaknya Ardha.

Kamipun akhirnya ngebut menuju gedung G, takut telat. Tempat kuliah Dokai. Halah, bosomu, Fi. O, ya sebelumnya aku udah beberapa kali latihan mbaca cepet dan selama latihan itu, rekor membaca tercepatku adalah 1:27.8. Aku pun jadi orang pertama yang maju. Soalnya nggak ada yang mau maju duluan. Mau tahu hasilnya,,,,,


Jeng jeng......

1:28!!!!!!


Plokplokplok

Kata Azam, itu karena besarnya mataku yang bisa menjangkau semua tulisan bacaan Watashi no Yume itu. Hahaha...

Setelah itu yang maju Irma.

Habis itu Inung (nah tiba-tiba Pak Robi nyuruh Inung nggak usah bawa teksnya sendiri ke depan. Cukup pake naskahnya Pak Robi aja).

Tapi sayang, nggak semua anak kebagian maju. Akhirnya Pak Robi mbuka sesi kedua setelah kuliah di kenkyuu (termasuk Gilang yang belum kebagian maju tadi).

Lanjut......

Habis Dokai dan habis makan, aku ikut AAI kelompoknya Sarah lagi. Udah dua kali. Hehe... Rencananya mau nonton film. Sarah bawa laptopnya plus DVD2nya. Kami akhirnya ndekem di C201. Tapi olalala.... Nggak ada satupun di antara kami (aku, Sarah, Pijar, Andini, Thiwuk, Tian, Ardha, Intan, dan Mbak Dita) yang bisa ngoperasiin LCD! FAIL lagi..... Setelah bersusah payah, sok tahu sini, sok tahu sana, akhirnya Mbak Dita ngusulin buat SMS Mas Awe. Mas Awe pun ngasih saran lewat SMS, tapi nggak manjur (Kakek Guru, nggak berguna tuh). Dan akhirnya nonton filmnya nggak jadi.

LOLOLOLOLOLOLOL.....

Habis itu aku, Sarah, ma Pijar ke Arab Corner (basecamp kami sekarang). Di situ udah ada para senpai: Ogik, Awe, Mbak Cencen, Mas Aryo, Mbak Risa, dan lainnya (ada Gilang juga). Para senpai itu lagi ngitung hasil angket buat mbantu penelitian Tuti-sensei. O, ya aku juga ada rapat sekbid Keamanan dan Kebersihan (K2) buat makrab. Tapi pada nggak dateng-dateng.

Aku dan Sarah akhirnya sholat dhuhur dulu.

Setelah sholat, Ahmad ma Seto dateng. Satu anggotaku nggak dateng. Dengan sangat brilian, Mas Ogik ngusulin kami buat sewa HT (great job, Mas!).


Sarah: "Kampret 1 kepada Kampret 2"
(ala orang make HT ^^)

Setelah lega masalah ngelist biaya K2, ternyata petaka baru dimulai. Mas Awe ma Mas Ogik mulai kumat. Mereka sekongkol nggantungin tempat pensil saya di dahan pohon depan Arab Corner (perlu diketahui bahwa Arab Corner adalah lantai 2). Aku nyoba ngegapai-ngegapai tempat pensilku tapi nggak bisa-bisa! Kurang tinggi sih (sesaat inget iklan susu HiLo Teen "tumbuh tuh ke atas, nggak ke samping". Sial!). Mas Aryo dengan baik hati ngambilin tempat pensilku (makasih :p). Tapi celaka empat belas, tempat pensilku direbut lagi sama Awe dan untuk kedua kalinya digantungin di pohon yang sama (Mas Aryo: "Wang. kurang medhun! Kurang medhun le nyantolke!"). Huah, dasar!

Aku lupa akhirnya yang ngambilin tempat pensilku sapa :D. Tapi habis itu tempat pensilku ku masukin tas. Hahahahahahahahaha...................


Tapi tetep aja aku masih diusilin ma Awe. Sampek nggak tega nulisnya.

Aku pulang jam setengah empat. Soalnya jam 5, mau nonton Sastra Jepang di Jogja TV (tapi nontonnya di rumah bkn di Jogja TVnya :D).