Sabtu, 17 Agustus 2013

HUT RI KE-68 atau HUT KE-68 RI?



Masih segar di ingatan kita semua mengenai ucapan lebaran yang begitu beragam di jejaring sosial maupun media-media lain. *berterima kasih pada semua media tersebut* Ada yang mengucapkannya ‘Selamat Hari Raya Idul Fitri’, ada juga ‘Selamat Idul Fitri’, dan ada yang ‘Selamat Aidil Fitri’. Bahkan, ada juga yang mengucapkan dengan bahasa asing, ‘Happy Eid Mubarak’ dan ada juga yang mencampuradukkan banyak bahasa, jadinya: “Ied Mubarak”. 
 
Oke, saya nggak ingin repot-repot mengkritisi mana yang benar dan mana yang salah dari sekian banyak ucapan itu karena sebenarnya….sudah saya lakukan di akun Twitter saya ketika lebaran kemarin. Hahahaha. Saya tahu betapa grammar nazi kadang-kadang kurang disukai oleh para pengguna jejaring sosial, apalagi EYD nazi *tertunduk lesu*. Oleh karena itulah di momen yang berbahagia ini, di hari ulang tahun Indonesia, saya ingin berbagi pengetahuan (tanpa embel-embel 'menggurui'. Maunya sih begitu. Semoga saja tidak) di blog yang begitu unyu dan polos ini. Entah kenapa, kali ini tiba-tiba saya tidak mood ‘berceramah’ di Twitter mengenai keberagaman ucapan ulang tahun untuk Indonesia. Saya ingin melakukannya di sini. 

Sejak subuh tadi *bohong, ding. Saya bangun kesiangan pagi ini*, di linimasa Facebook dan Twitter sudah banyak bertebaran status ucapan selamat pada Republik Indonesia (selanjutnya disingkat RI). Bentuknya *lagi-lagi* macam-macam. Ada yang formatnya "HUT RI ke-68" dan ada juga "HUT ke-68 RI". Selain itu, ada lagi bentuk "Dirgahayu HUT RI" dan ada "Dirgahayu RI".

Yang benar yang mana??? *teriak histeris* *oke. Ini berlebihan*

Saya akan menjelaskan satu-satu di sini. Supaya saya nggak pusing dan pembaca juga nggak ikut-ikutan pusing. Sebelumnya, kalau ada yang kurang benar, mohon dibenarkan, ya *kedip-kedip lucu*.


HUT RI KE-68 atau HUT KE-68 RI?

Sungguh, saya berterima kasih pada "Buku Praktis Bahasa Indonesia 1" terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Buku ini sungguh luar biasa, sampai-sampai saya tertunduk lesu dibuatnya (baca: sadar kalau pemahaman bahasa Indonesia saya sungguh masih kurang). Oke, balik lagi ke topik semula. Sebenarnya, jika dilihat sekilas, tak ada yang salah dengan tulisan HUT RI ke-68 atau HUT ke-68 RI. Akan tetapi, coba dilihat lagi: logis nggak, ya? Di sini, kita akan bermain-main dengan logika. Kalau kita menulis "HUT RI ke-68", berarti logikanya, sekurang-kurangnya ada enam puluh delapan Republik Indonesia. Ini tidak mungkin. Republik Indonesia ya ada satu. Kecuali kalau ternyata di planet lain ada koloni yang bernama Indonesia *oke. Saya terlalu banyak nonton film*. 

Nah, selanjutnya coba kita lihat yang satunya lagi, "HUT ke-68 RI". Itu lebih masuk akal karena memang Indonesia berulang tahun ke-68. Yang ditekankan di situ adalah "HUT"-nya lah yang ke-68, bukan "RI"-nya yang ke-68. Oleh karena itu, yang tepat adalah "HUT ke-68 RI".

Oke. Sampai di sini sudah paham? Jadi, setelah ini, semoga berkurang ya yang masih terbalik menulisnya. :)


DIRGAHAYU HUT RI atau DIRGAHAYU RI?

Di dalam KBBI luring, kata "dirgahayu" bermakna "panjang umur - biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yang sedang memperingati hari jadinya". Entahlah, saya jadi teringat ucapan semangat membahana "Long live! Long live!". Baiklah, ini saya sudah mulai nggak fokus (-_-"). Balik lagi ke topik kita. Lagi-lagi, kita bermain logika. Kalau kita mengucapkan "Dirgahayu HUT RI", berarti yang panjang umur adalah HUT, bukan RI. Siapa sih, HUT? Kita nggak mau salah alamat, kan? Maksud hati ingin mengucapkan panjang umur kepada RI, tapi kita malah salah sasaran dan malah mengucapkannya untuk HUT. Pastinya kalau yang kita maksudkan adalah RI, ucapan "Dirgahayu HUT RI" kurang tepat. Bandingkan dengan yang ini: Dirgahayu RI. Jelas kita mengucapkan panjang umur untuk RI, bukan untuk HUT, bukan untuk yang lain. Jadi, "Dirgahayu RI"-lah yang lebih bisa diterima.

Nah, begitulah tadi penjelasan yang (terlalu) singkat dari saya. Tanpa bermaksud menggurui, hanya bermaksud berbagi. Tak afdol rasanya kalau di momen yang sakral ini tidak diisi dengan hal-hal yang bermanfaat *tsaaaaah*. Dan inilah sekiranya yang bisa saya lakukan di hari kemerdekaan Indonesia ini. Semoga bermanfaat. 

Oh saya hampir lupa.

Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin. 
Dirgahayu Indonesia!
 

ja ne...