Sabtu, 23 Januari 2016

Secuil Cerita Seorang Pemimpi: Monbukagakusho Research Student Program U to U 2015 (Part 4) - PENGUMUMAN!!!!!

Hai,
Maaf tertunda lama. Hahahaha.
Baiklah, di bagian ini, saya mau cerita soal pengumuman lolos enggaknya beasiswa Monbukagakusho Research Student Program U to U saya. Jadi, setelah proses pengiriman berkas yang "wow" itu (baca di sini kalau lupa), saya diminta menunggu oleh calon profesor saya hingga saat pengumuman tiba. Beliau tidak menyebutkan waktu pengumumannya secara pasti, yang jelas tunggu aja. Yo wis, saya nunggu, nunggu, dan nunggu.

Hingga suatu hari, di bulan Februari, saya dapat e-mail dari calon profesor saya kalau saya dan Mbak Dewi --senior saya di Sastra Jepang UGM yang juga mendaftar beasiswa ini-- direkomendasikan ke MEXT --semacam Kemendiknas (?) Jepang-- untuk selanjutnya pihak MEXT yang memutuskan lolos tidaknya kami berdua. Di bayangan saya adalah hanya satu dari kami yang akan direkomendasikan ke sana, tapi ternyata kami berdua! Alhamdulillah! Bukan berarti setelah itu, kami berdua berdiam diri dan santai-santai saja karena oh karena justru saat-saat seperti ini bener-bener bikin galau kuadrat karena segala kemungkinan bisa terjadi. Saya nggak bisa konsen kuliah S2, sulit fokus kerja, dan menggalau melulu isinya. Antara pasrah dan berharap. Pokoknya gitu deh. 

Bulan Februari sudah berlalu, Maret pun datang. Maret berlalu, April pun datang. Ini kok lama banget pengumumannya? PHP tingkat dewa dan segala pikiran negatif sempat datang di dalam diri saya. Beberapa kawan dekat yang tahu saya ikut beasiswa ini tak henti-hentinya bertanya, "Kapan pengumumannya? Jadi ke Jepang nggak sih?", yang awalnya saya ladeni dengan senyuman, "Belum nih. Doain ya", hingga saya akhirnya merengut, melotot, dan pasang tampang muka ingin nangis kalau ada yang bertanya pertanyaan super sensitif itu. Kesel.

April pun berlalu. Bener, bener deh. Saya mulai su'udzon (astaghfirullah) dan pasrah, ya udah lah ya, toh saya bisa menyelesaikan master saya di UGM yang cuma tinggal tesis aja dan kemudian cari-cari kesempatan ke Jepang lagi. Begitu pikir saya. 

Mei datang. Saya sudah nggak ambil pusing. Sebodo amat lah. Tanggal 21 Mei 2015, saya kuliah seperti biasa, terus sorenya, ada farewell Adit Jang Jiwon alias Afgan KW Super di INCULS. Saya pulang ke rumah sore harinya karena nggak enak badan. Sampai di rumah juga cuman guling-guling, nonton TV, dsb. Lalu, tanpa diduga-duga, sekitar pukul 5 sore, hape saya ada notifikasi imel masuk. Dari calon profesor saya. Dengan subjek 「国費留学生の件について」alias "Mengenai Beasiswa Pemerintah Jepang". Dan isinya sebagai berikut:

Klik untuk memperbesar. Kalau nggak bisa ya...udah :p

Intinya adalah..... SAYA KETRIMA BEASISWA!!!!!!!!!!!!!! Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!!! Saya sama ibu saya sampai pelukan lamaaaa, nangis-nangisan.... Allahuakbar!!!!!!!!!!!

Sambil gemeteran, saya balas imel profesor saya secepat kilat, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan lain sebagainya. Allahuakbar! Allahuakbar!

Yang lebih dahsyat lagi, Mbak Dewi akhirnya SMS saya juga yang menyatakan kalau dia juga diterima!!!!!!! Huwaaaaaaa!!!!!

Allahuakbar, ini keajaiban sekali!

Meski sebenarnya itu pengumumannya belum resmi. Profesor saya cuma ngasih bocoran. Pengumuman resminya adalah awal bulan Juni yang diumumkan oleh International Office kampus sana sekaligus mereka juga meng-attach beberapa prosedur yang harus saya lakukan sebelum saya datang ke Jepang.

Aaaaaak!!!!!

Baca sebelumnya:
1. Secuil Cerita Seorang Pemimpi: Monbukagakusho Research Student Program U to U 2015 (Part 1) - Awal dari Semuanya
2. Secuil Cerita Seorang Pemimpi: Monbukagakusho Research Student Program U to U 2015 (Part 2) - Tahap Wawancara Wow
3. Secuil Cerita Seorang Pemimpi: Monbukagakusho Research Student Program U to U 2015 (Part 3) - Berkas (Dokumen)

ja ne...

2 komentar:

Sang Penjelajah mengatakan...

ceritanya bagus mbak :)
saya minta izin untuk mengcopas sebagian artikel mbak
terimakasih

madaoulia mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Haloo kak ��
Hari ini saya lagi iseng-iseng searching tentang pengalaman orang-orang yang mendapatkan beasiswa dari monbukagakusho, eh akhirnya nemu blog kakak ini ��

Oh ya, perkenalkan kak, nama saya Meylin, tanggal 17 Juli besok resmi duduk dibangku kelas XI, oke ini gak penting banget dan gak ada yang nanya, tapi terserahlah, namanya juga mau SKSD �� (apaan sih ��) wkwk

Salam kenal ya, kak Fia.

Oke, sekarang lanjut lagi.
Jadi setelah nemu blog ini, saya mulai baca kisah kakak dari part 1. Dari part 1 mulai ketagihan dan penasaran untuk tahu seperti apa kelanjutannya, jadi saya baca part 2, begitu terus sampai khatam di part 4 ini.
Perjuangan, semangat, sedih, kecewa, galau, degdegan. Semuanya bisa saya rasakan di tulisan ini. Jujur, tulisan kakak ini sangat menginspirasi ����Dan saya rasa bisa menjadi tamparan bagi orang lainnya yang langsung putus asa dan berhenti berjuang ketika gagal satu kali, selain itu tulisan kakak juga bisa menjadi motivasi dan hiburan bagi bocah ingusan macem saya yang beberapa tahun lagi insyaAllah akan menjadi penerus kakak menjadi pemburu beasiswa wkwkwk

Dan juga, ada beberapa tulisan kakak yang buat saya ngakak sekaligus tersentuh wkwk Salah satunya ada di part 3 kalau gak salah, saat kakak lagi mempersiapkan KK yang harus ditranslate ke bahasa inggris/jepang, disana kakak bilang jangan coba-coba translate sendiri atau pakai google translate.. wkwkwk entah kenapa saya ngakak bacanya. Mungkin karena selera humor saya yang aneh...

Inti dari semua tulisan saya yang gak jelas arahnya ini adalah saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kak Fia yang sudah membagikan kisahnya ��

Sekali lagi terima kasih,
Dan salam kenal ya, kak! ����

Satu lagi, bolehkah kita bertukar kontak, kak? (Gilak formal banget ��)
Email, FB, IG, apalah yang penting bisa dipakai berkomunikasi ��
Maaf kalau saya terkesan SKSD banget ya, kak ��

Terima kasih!